Minggu, 10 April 2011

KAMERA ( CAMERA )

A. PENGERTAN KAMERA
Pengertian Kamera adalah alat yang digunakan untuk aktivitas fotografi. Pengertian lain tentang kamera adalah alat untuk menangkap dan merekam gambar pada sebuah medium yang umumnya bernama lembaran film. Dalam dunia fotografi, Kamera merupakan alat yang vital digunakan.
Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.

B. KOMPONEN KAMERA
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
• Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
• Sistem lensa
• Pemantik potret (shutter)
• Pemutar film

1. Badan kamera
Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang menjadi satu-satunya tempat cahaya masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.
Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
• Pengatur ISO/ASA Film.
• Shutter Speed.
• Aperture (Bukaan Diafragma).
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan :
• Blitz (atau lebih umum disebut lampu kilat atau flash)
• Tripod
• Lightmeter

2. Sistem lensa
Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam.
Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.
Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan.
Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom.
Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto.
Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa).
Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

3. Pemantik Potret
Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.
Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.

4. Bagian lain
Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian
dapat disingkapkan pada objek
2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja
yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
4. lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.

C. JENIS KAMERA BERDASARKAN MEDIA PENANGKAP CAHAYA
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

1. Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.
a. Jenis film
Pembagian film berdasarkan ukuran :
• Small format (35mm)
• Medium format (100-120mm)
• Large format
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya :
• Film hitam putih
• Film warna
• Film positif
• Film negative
• Film daylight
• Film tungsten
• Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

2. Kamera Polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

3. Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

D. JENIS KAMERA BERDASARKAN MEKANISME KERJA

a. Kamera single lens reflect
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

b. Kamera instant
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

E. PEMBAGIAN KAMERA BERDASARKAN TEKNOLOGI VIEW FINDER

1. Kamera Pocket ( Digital Pocket Kamera )
Kamera saku digital (bahasa Inggris: digital pocket camera) adalah kamera otomatis yang menggunakan format pengambilan gambar dan penyimpanan digital dengan ukuran kecil dan ringan sehingga mudah dibawa-bawa.
Kamera saku digital pada umumnya memiliki karakter yang sama seperti kamera saku manual (yang menggunakan media film). Sebagai kamera saku, kamera ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kemampuan untuk menangani pencahayaan yang lemah dan fokus atas (Close up).
Jenis Kamera Pocket atau kamera saku adalah yang paling popular di masyarakat umumnya. Karena mudah dibawa kemana-mana, ukurannya yang kecil dan pas di kantong baju dan celana, dan penyetelan yang mudah, dan praktis karena menggunakan media penyimpanan sebuah memory. Kamera ini sudah fix, maksudnya lensa pada kamera saku ini tidak bisa diganti. Kelemahan pada kamera ini adalah jika kita memotret sebuah foto melalui viewfinder, hasilnya akan tidak sesuai karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik. Untuk itu jika ingin memotret dengan kamera saku ini langsung melihat pada layar LCD nya yang hasilnya akan sama persis. Dan Intinya adalah viewfinder yang ada di kamera ini tidak berfungsi secara maksimal.

a. Kekurangan kamera saku digital
1. Lamanya waktu tunda (delay) untuk merekam suatu gambar
2. Keterbatasan penggunaan untuk mengelola obyek secara profesiona dan perlakuan artistik tertentu.
3. Keterbatasan asesoris pendukung seperti ketiadaan tukar pasang lensa, fiter.
4. Fungsi yang terlalu sederhana dan monoton, walaupun untuk jenis kamera saku kompak terbaru juga sudah memiliki fasilitas dan fungsi yang hampir sama dengan jenis kamera LSR digital.

2. Kamera SLR ( Single Lens Reflecx )
Kamera refleks lensa tunggal‎ (bahasa Inggris: Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.
Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film. (NESW4586)

1. Komponen Kamera SLR
a. Pembidik
Salah satu bagian yang penting pada kamera adalah pembidik (viewfinder). Ada dua sistem bidikan, yaitu:
• jendela bidik yang terpisah dari lensa (Viewfinder type)
• bidikan lewat lensa (Reflex type).
Kamera SLR, sesuai dengan namanya (Single Lens Reflex), menggunakan sistem bidikan jenis kedua. Mata fotografer melihat subjek melalui lensa, sehingga tidak terjadi parallax, yaitu keadaan dimana fotografer tidak melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa sehingga ada bagian yang hilang ketika foto dicetak. Keadaan parallax ini pada dasarnya terjadi pada pemotretan sangat close up dengan menggunakan kamera viewfinder.
b. Jendela Bidik
Jendela bidik merupakan sebuah kaca yang di dalamnya tercantum banyak informasi dalam pemotretan. Jendela bidik memuat penemu jarak (range-finder), pilihan diafragma, shutter speed, dan pencahayaan (exposure).
c. Lensa
Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus. Macam-macam lensa :
• Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
• Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
• Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
• Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
• Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
• Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.
d. Fokus
Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa, sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang.
e. Kecepatan rana
Kecepatan rana (shutter speed) artinya penutup (to shut = menutup). Pada waktu kita menekan tombol untuk memotret, terjadi pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai film. Pekerjaan shutter adalah membuka dan kemudian menutup lagi.
Kecepatan rana adalah kecepatan shutter membuka dan menutup kembali. Shutter speed dapat kita atur. Jika kita memilih 1/100, maka ia akan membuka selama 1/100 detik.
Skala shutter speed bervariasi. Ada yang B, 1, ½, ¼, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Mulai dari ½ sampai 1/1000 biasanya hanya disebut angka-angka dibawah saja. Artinya 100 = 1/100 dan 2 artinya ½ detik. Namun jika angka 2 itu berwarna, maka artinya adalah 2 detik.
Sedangkan B artinya bulb, yaitu jika tombol ditekan maka shutter membuka, dan ketika tombol dilepaskan maka shutter menutup.
Yang perlu diingat adalah, semakin lama kecepatan shutter, jumlah cahaya yang masuk akan semakin banyak. Semakin besar angkanya, maka kecepatan shutter akan semakin tinggi(shutter akan semakin cepat membuka dan menutup).
• Speed cepat
Speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergerakan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang kita butuhkan.
• Speed lambat
Jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya ialah gambar akan tampak kabur, seakan-akan disapu, namun latar belakangnya jelas. Efek ini kadang-kadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
Cara lain adalah dengan menggerakkan kamera ke arah gerak objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya ialah latar belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakan panning. Jika gerakannya bersama-sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasilnya akan blur (kabur).

2. Diafragma
Diafragma atau aperture (atau sering disebut bukaan) berfungsi untuk mengatur jumlah volume cahaya yang masuk. Alat ini biasanya terdapat di belakang lensa. Terdiri dari 5-8 lempengan logam yang tersusun dan dapat membuka lebih lebar atau lebih sempit.
Penulisan angka diafragma biasanya adalah f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, dan f/16, dst. Semakin kecil angka diafragma, maka bukaan yang dihasilkan akan semakin lebar sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.
• Bukaan besar
Bukaan diafragma yang besar digunakan untuk menghasilkan foto dengan subjek yang tajam dengan latar belakang blur.
• Bukaan kecil
Bukaan kecil akan menghasilkan gambar yang tajam mulai dari foreground hingga background. Bukaan kecil biasanya digunakan dalam pemotertan landscape yang memang membutuhkan detail dan ketajaman di selurh bagian foto.

3. Depth of Field
Depth of field adalah jumlah jarak antara subjek yang paling dekat dan yang paling jauh yang dapat muncul di fokus tajam sebuah foto. Misalnya, jika kita memotret pohon-pohon yang berdiri bersaf-saf, maka yang akan tampak pada foto yang telah dicetak adalah beberapa pohon di depan tampak jelas kemudian makin ke belakang makin kabur. Depth of field sangat tergantung pada:
• Diafragma. Semakin kecil bukaan diafragma, semakin besar depth of field yang dihasilkan. Bukaan penuh akan menghasilkan depth of field yang sangat dangkal.
• Jarak fokus lensa (focal length). Semakin panjang focal length, semakin sempit depth of field. Maka dari itu, lensa wide angle memiliki depth of field yang sangat besar.
• Jarak pemotretan. Semakin dekat jaraknya, semakin sempit depth of field yang dihasilkan.
• Fungsi depth of field adalah untuk mengaburkan latar belakang jika latar tersebut tidak sesuai dengan subjeknya.

4. Pencahayaan
• Overexposure : Merupakan keadaan dimana jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak. Gambar yang dihasilkan akan terlalu terang.
• Underexposure : Merupakan keadaan dimana jumlah cahaya yang masuk terlalu sedikit. Keadaan ini menghasilkan gambar yang gelap.

5. Perkembangan Kamera SLR
Pada prinsipnya, kamera SLR dan DSLR memiliki cara kerja dan komponen yang sama. Yang membedakan adalah penggunaan film. Kamera SLR menggunakan film sebagai medium penangkap, sedangkan kamera DSLR tidak lagi menggunakan film. Sebagi gantinya, kamera DSLR menggunakan CCD atau CMOS.

3. Kamera DSLR ( Digital Single Lens Reflexs )
Kebanyakan digital kamera single-lens refleks (SLR digital atau DSLR) adalah kamera digital yang menggunakan sistem cermin pentaprism mekanik dan cahaya langsung dari lensa ke jendela bidik optik di bagian belakang kamera.
Operasi dasar dari DSLR adalah sebagai berikut: untuk melihat tujuan, cermin memantulkan cahaya yang datang melalui lensa ke atas melekat pada sudut 90 derajat. Hal ini kemudian tercermin tiga kali oleh pentaprism atap, rektifikasi untuk mata fotografer. (Perhatikan bahwa diagram di bawah ini tidak benar menunjukkan pentaprism non-atap.)
Selama pemaparan, ayunan cermin perakitan ke atas, aperture menyempit (jika berhenti turun, atau mengatur lebih kecil dari terbuka lebar), dan shutter membuka, memungkinkan lensa untuk proyek cahaya ke sensor gambar.
Sebuah rana kedua kemudian meliputi sensor, mengakhiri pemaparan, dan cermin menurunkan sementara me-reset rana. Periode bahwa cermin adalah membalik up yang disebut sebagai "pemadaman jendela bidik". Cermin cepat bertindak dan shutter lebih disukai agar tidak menunda foto tindakan.
Semua ini terjadi secara otomatis selama milidetik, dengan kamera yang dirancang untuk melakukan hal ini 3-10 kali per detik.
DSLR sering disukai oleh fotografer profesional masih karena mereka mengijinkan pratinjau akurat framing dekat dengan saat paparan, dan karena DSLR memungkinkan pengguna untuk memilih dari berbagai lensa dipertukarkan. Kebanyakan DSLR juga memiliki fungsi yang memungkinkan preview akurat kedalaman lapangan.
Banyak profesional juga lebih suka DSLR untuk sensor mereka lebih besar dibandingkan dengan digitals paling kompak. DSLR memiliki sensor yang biasanya lebih dekat dalam ukuran format film tradisional yang profesional saat ini banyak yang mulai keluar menggunakan. Sensor ini besar memungkinkan untuk kedalaman sama sudut lapangan dan gambar ke format film, serta sebagai sinyal mereka relatif tinggi untuk rasio kebisingan.
DSLR Istilah umumnya mengacu pada kamera yang mirip kamera format 35 mm, meskipun beberapa kamera medium format DSLR secara teknis.

1. Prinsip-prinsip desain DSLR
1. dipantulkan ke pentaprism oleh cermin refleks (yang harus pada sudut 45 derajat yang tepat)
2. dan diproyeksikan pada layar matte fokus Melalui lensa kondensasi
3. dan refleksi internal dalam pentaprism atap
4. gambar diproyeksikan melalui lensa mata
5. untuk mata fotografer. Fokus adalah salah otomatis, diaktifkan dengan menekan setengah jalan pada rilis rana atau tombol AF khusus, seperti yang terutama kasus dengan film SLR autofokus, atau manual, di mana fotografer manual fokus lensa dengan memutar cincin lensa pada lensa barel.
6. Bila gambar yang difoto, ayunan cermin ke atas dalam arah panah, rana focal-plane
7. terbuka, dan gambar diproyeksikan dan ditangkap pada sensor
8. setelah tindakan, rana menutup, maka cermin kembali ke sudut 45 derajat, diafragma dibuka kembali, dan dibangun pada drive kembali mekanisme-ketegangan rana untuk eksposur berikutnya. Sering ada cincin dari bahan yang lembut di sekitar layar fokus, yang membantu untuk melindungi baik dampak menampar cermin dan membantu segel kotak cermin dari cahaya yang masuk melalui bagian mata. Beberapa kamera high end menggabungkan rana ke lensa mata untuk lebih menghilangkan cahaya yang dapat masuk di sana selama eksposur panjang.

2. Tahap-deteksi autofocus
Diagram yang ditampilkan di sini adalah suatu penyederhanaan yang berlebihan dalam hal itu menghilangkan sensor yang dapat digunakan untuk mengaktifkan drive untuk sistem autofocus. Mereka sensor berada di bagian bawah kotak cermin. Dalam sistem tersebut, cermin utama adalah sedikit tembus di pusat, yang memungkinkan cahaya untuk melewati ke cermin sekunder yang memantulkan cahaya ke sensor di bawah ini.
DSLR biasanya menggunakan sistem autofokus deteksi fasa. Metode fokus sangat cepat, dan hasil dalam fokus kurang "mencari", tetapi membutuhkan penggabungan sensor khusus ke dalam jalur optik, jadi biasanya hanya digunakan dalam desain SLR. Digicams yang menggunakan sensor utama untuk membuat live preview di LCD atau jendela bidik elektronik harus menggunakan kontras-mendeteksi autofocus sebagai gantinya, yang lebih lambat di beberapa implementasi.

3. DSLR vs viewfinder kamera digital point-and-shoot LCD
Tergantung pada posisi melihat cermin refleks (turun atau naik), cahaya dari tempat kejadian hanya bisa mencapai baik jendela bidik atau sensor. Oleh karena itu, DSLR lebih tua banyak yang tidak memberikan "preview hidup" (memungkinkan fokus, framing, dan kedalaman-pratayang-lapangan menggunakan layar), fasilitas yang selalu tersedia di digicams meskipun saat ini DSLR paling menawarkan live view.
Keuntungan dari sebuah jendela bidik optik adalah bahwa hal itu meredakan ketegangan mata-kadang disebabkan oleh pandangan pencari elektronik (EVF), dan bahwa terus-menerus menunjukkan (kecuali pada waktu sensor yang terpapar) gambar yang tepat yang akan terkena karena cahayanya dirutekan langsung dari lensa itu sendiri. Dibandingkan dengan kamera digital biasa dengan LCD dan / atau elektronik viewfinder keuntungan adalah bahwa tidak ada lag waktu dalam foto; itu selalu benar, karena itu sedang "diperbarui" pada kecepatan cahaya.
Dibandingkan dengan beberapa kamera biaya rendah yang memberikan jendela bidik optik yang menggunakan lensa tambahan kecil, desain DSLR memiliki keuntungan karena paralaks-bebas, yaitu tidak pernah memberikan pandangan off-axis.
Kelemahan dari sistem bidik DSLR optik adalah bahwa ketika sedang menggunakannya mencegah kemungkinan menggunakan LCD untuk melihat dan menyusun gambar sebelum mengambilnya. Beberapa orang lebih suka menulis gambar pada layar - untuk mereka ini telah menjadi de-facto cara untuk menggunakan kamera. Elektronik viewfinder juga dapat menyediakan suatu tampilan yang terang dalam situasi cahaya rendah, seperti gambar dapat diperkuat secara elektronik, sebaliknya, LCD bisa sulit untuk melihat dalam sinar matahari sangat cerah.

4. lensa DSLR
Kemampuan untuk lensa tukar, untuk memilih lensa yang terbaik untuk kebutuhan fotografi saat ini, dan untuk memungkinkan lampiran lensa khusus, adalah kunci popularitas kamera DSLR.
Lensa tunggangan dan produsen lensa lensa dipertukarkan untuk SLR dan DSLR yang dibangun untuk beroperasi dengan benar dengan lensa khusus mount yang umumnya unik untuk setiap merek. Seorang fotografer akan sering menggunakan lensa yang dibuat oleh produsen yang sama sebagai badan kamera (misalnya, lensa Canon EF di tubuh Canon) walaupun ada produsen lensa juga banyak independen, seperti Sigma, Tamron, Tokina, dan Vivitar, untuk nama sedikit, yang membuat lensa untuk berbagai lensa mount yang berbeda. Ada juga lensa adapter yang memungkinkan lensa untuk satu lensa mount untuk digunakan pada bodi kamera dengan lensa mount yang berbeda namun dengan fungsi sering berkurang.
Banyak lensa mountable, "diafragma-dan-meter-kompatibel", di DSLR modern dan pada SLR film tua yang menggunakan lensa yang sama mount. Sebagian besar produsen telah memperkenalkan DSLR baris lensa dengan lingkaran gambar dan focal length dioptimalkan untuk sensor yang lebih kecil yang ada umumnya ditawarkan untuk 35 mm DSLR meningkat, terutama di rentang wide angle. Lensa ini cenderung untuk tidak sepenuhnya kompatibel dengan sensor full frame atau 35 mm film karena lingkaran pencitraan lebih kecil dan, dengan beberapa lensa Canon EF-S, gangguan pada cermin refleks pada tubuh full-frame. Beberapa produsen memproduksi kamera SLR full-frame digital yang memungkinkan lensa dirancang untuk frame film 35 mm untuk beroperasi pada sudut pandang mereka dimaksudkan.

5. Model DSLR masa kini
• Canon EOS 2011 saat ini termasuk saluran digital Canon EOS 1100D, [34] 550D, 600D, [34] 60D, 7D, 5D Mark II, 1Ds Mark III, dan IV 1D Mark. Pada Februari 2011, semua Canon DSLR saat ini menggunakan sensor CMOS.
• Fujifilm Finepix S5 Pro DSLR
• Nikon DSLR saat ini termasuk D3100 , D5000, D90, D7000, D300S, D700, D3S dan D3X. D3,
• Olympus E-620, E-30 dan E-5.
• Pentax K-5, Pentax K-7, Pentax KX, Pentax Kr dan format media Pentax 645D, Samsung GX-20, tiruan dari K20D . Fitur inovatif termasuk dalam-tubuh image stabilization, sistem debu pengurangan, penggunaan baterai AA standar di Kx dan Kr, cuaca-bukti penyegel pada K-5/K-7
• Dan Jenis Merk Lainnya yang mengeluarkan Kamera DSLR masa kini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar