Selasa, 06 September 2011

KUMPULAN CERPEN KOMPLIT

SALAH NURUNIN RESLETING
Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.
Bus kota datang, tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.
Tapi, ough, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya. Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.
Tumini melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Tumini.
“Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”
Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”

PEMERAS KECIL
Seorang anak kecil yang bandel melihat kakaknya dicium oleh teman lelakinya. Esok harinya, ia menemui lelaki itu.
“Abang semalam mencium kakakku bukan?”
“Ya, tapi jangan keras-keras. Ini seribu untuk tutup mulut!”
“Terima kasih, ini uang kembaliannya lima ratus!”
“Lho, kok pakai uang kembalian segala?”
“Saya tidak mau nakal, Bang. Semua orang yg mencium kakak juga saya tagih lima ratus!”
“???!!!”

SAKIT KANKER ATO AIDS ??
Seorang penderita kanker di beritahukan oleh dokternya bahwa hidupnya tidak lama lagi hanya sekitar 2 minggu lagi. Mendengar khabar tak mengenakkan hati, ia memberitahukan anaknya untuk segera mengadakan pesta besar perpisahan.
Ditengah kawan-kawannya ia menyatakan : “Maaf teman-teman, Saya mengumpulkan Kalian agar tahu bahwa Saya tak lama lagi akan meninggalkan Kalian, AIDS telah merongrong tubuh Saya.”
Anaknya dengan heran bertanya : “Ayah, mengapa Ayah berbohong atas penyebab kematian Ayah?”
Ayahnya menjawab : “Sssst, aku tak mau salah seorang dari mereka akan tidur dengan Ibumu yang cantik setelah aku meninggal kelak !”

KALO KERJA PAKE INI
Kerja pake ini Di suatu pinggiran kota, hiduplah seorang nyonya yang cukup (sedikit mampu) dengan pembantunya yang selalu buat masalah.
Suatu hari, pembantu itu memecahkan piring untuk kesekian kalinya... akhirnya nyonya itu memanggil pembantunya sambil memaki berkata," Minah....kamu ini gimana...dasar org goblok, makanya kalau kerja itu jangan pake ini (sambil nunjuk lututnya) tapi pake ini (sambil nunjuk kepalanya, otak-red)...kamu saya pecat.."akhirnya pembantunya pergi...
5 tahun kemudian, di suatu Supermarket..si Nyonya ketemu dengan pembantunya yang dulu tapi dengan pakaian yang mewah dengan banyak perhiasan emas...
Si-nyonya memanggil," Minah, kok kamu sekarang berubah..menjadi kaya...kok bisa????
Si-pembantunya menjawab," makanya Bu, kalau kerja itu jangan pake ini (sambil nunjuk kepalanya, otak-red) tapi pake ini donk (sambil nunjuk dii antara pahanya)...."?#$#@"

KALAU MAIN DOKTER-DOKTERAN JANGAN DIRUANG TAMU
Sepasang suami istri tertangkap basah oleh anak mereka ketika sedang melakukan hubungan badan di ruang tamu. Pasangan suami istri itu berusaha menjelaskan kepada anak mereka yang setengah remaja itu, bahwa mereka sedang bergurau dan bermain dokter-dokteran.
Dengan santai si anak menasihati orang tuanya itu, "Kalau mau main dokter-dokteran jangan di ruang tamu, nanti kalau ada orang ngeliat kan disangka sedang melakukan hubungan suami-istri....!"

ARTI SAHABAT
Dalam hidupku, kufikir dapat sesuai dengan keinginanku, tapi ternyata tidak. Mungkin karena aku begitu bersikap egois sehingga aku terjebak pada suatu hal yang bila difikir secara rasional tidak seharusnya aku seperti itu.
Malam itu aku ada janji dengan sahabat aku mau pergi bertemu sahabat lamaku. Kami ngobrol lama banget sebelum berangkat ke rumah sahabatku.
Hingga seorang teman datang dan pinjam sepeda dan izin dengan syarat tidak boleh lama karena mau dipakai. Tapi aku tunggu sampai jam 9 malam tidak datang – datang. Aku marah banget karena dia telah menggagalkan semua rencanaku. Aku marah sampai aku tidak mau dengar alasan dia kenapa dia terlambat.
Aku pulang ke rumah dan sampi aku tidak bisa tidur, hingga pagi harinya aku berangkat sekolah dan bertemu dia, rasanya ingin menyapa tapi karena egoku, aku hanya diam. Sampai aku di kasih tahu temen aku yang lain. Dia bilang tadi malam sepeda yang dipakai sahabat aku ban sepedanya bocor dan harus menambalkannya dahulu.
Betapa hati aku sedih banget saat itu, aku terlalu egois hingga ku tidak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya aku beranikan diri minta maaf dan sahabatku menjelaskan semuanya. Aku senang sekali kini sahabatku telah kembali lagi.

SAHABAT LAMA
Cuaca panas diledakkan oleh teriakan seorang ibu dari sebuah halte bis.
“ Jambret!” Teriaknya. Ibu itu setengah gila, meronta-ronta, melompat-lompat.
Orang-orang terperangah, lirik kiri- kanan, mencari-cari. Ya, pak Polisi gagah datang, pistol mendongak.
” Jambret….!” Ibu itu menunjuk-nunjuk, seseorang berlari kencang membawa sebuah tas kulit. Pak Polisi gagah itu pun mengejarnya. Pistol mulai keluar, diacungkan.
” Berhenti….!” Duarrrr….suara pistol meledak. Udara belah.
Jambret sial sialan itu berhenti. Pasti. Takut.
” Angkat tangan…! Buka topengmu goblok!”
Penjambret sial sialan itu mengangkat tangan, membuka topeng.
” Kkkkkkkkau!” Tunjuk pak Polisi gagah..” Ahaa….kau si Juned! Sahabat lamaku!?”
” Halah…Kkkkkau si Safri…sahabat lamaku!”
” Sini biar kuambil tas kulit itu!”
Kemudian mereka berpelukkan, sahabat lama yang sudah puluhan tahun tidak jumpa. Tas kulit diberikan kepada si ibu. Si ibu bukan main memberi hormat dan salam secara berlebihan kepada pak Polisi gagah.
” kau..ikut aku ke kantor Polisi…Juned!”
” Oke….!”
Di kantor polisi JUned mendapat perlakuan istimewa. Ia dikurung dalam kerangkeng khusus, diberi fasilitas istimewa, ada kamar mandinya, ada kasur empuknya, membuat tahanan lain iri kepadanya.
” Sahabat…besok pengadilanmu akan dilaksanakan…!”
” Oke, sahabat lamaku!” Bukan main bahagianya Juned.
Ruang pengadilan biasa-biasa saja, karena kasus nya bukan kasus selebritis. Pengacara Juned namanya si Paruntungan Hasibuan , masih sama, sahabat lama si Juned..
Pak Hakim masuk.
” Oalaaaaa……!” Mata Pak Hakim yang sifit itu terbelalak tajam ketika melihat terdakwa. ” Kkkkkau…si Juned…Sahabat Lamaku…!”
” Halahhh….kau…si Norman, sahabat Lamaku…!”
” Lama kita tak bersua ya?”
” Ya, memang cukup lama, Kau si Paruntungan Hasibuan!” Pak Hakim menunjuk pengacara si Juned. Pak polisi gagah pun masuk, datang agak telat memang,ingin menyaksikan jalannya pengadilan.
” Haaa? Kkkkkau….si Jefrii…!?” Teriak Pak Hakim kegirangan.
Pada akhirnya ruang sidang itu dipenuhi oleh gelak tawa dan pembicaraan masa lalu. Kenangan. Masa-masa SMA.
” Nostalgia…SMA kitaaaaaa…..!” Teriak mereka, sambil memukul-mukulkan palu pada meja.
SAHABAT
Skripsi masih terbengkalai, laporan masih terbengkalai, tugas-tugas kuliah pun masih terbengkalai, dan sekarang muncul pula masalah yang memusingkan kepala. Dia datang dengan wajah cemberut yang duh…. Aku tak suka, wajah itu mengingatkan aku pada musuh-musuh palestina, dia seakan ingin memangsa diriku sampai tak berdaya.Gayanya, senyum sinisnya, bicaranya, diamnya, dan aku muak pada semua yang berhubungan dengannya. Iya, aku tau, dia sahabatku, sahabat yang selama ini ada di sampingku, berjuang dan hidup di tempat yang sama, bahkan tak jarang makan dan tidur bersama.
Tapi sedihnya kebersamaan yang indah itu harus terenggut begitu saja, kami mengalami perang dingin semenjak kebersamaan itu terekat semakin indah. Awalnya tidak ada yang salah, kami tetap seperti dulu akrab dan selalu bersama, di mana-mana berdua, di mana diri ini berada di situ pun ada dia. Tapi seketika bencana datang menghadang, ombak yang besar menghancurkan sendi-sendi persahabatan kami, yang ada hanya puing-puing tak berarti.Aku sedih!Iya, aku sangat sedih.
Dalam waktu sekejap persahabatan yang indah itu hancur berkeping-keping. Wajah manis berubah menakutkan, tak ada kata yang keluar dari bibirku dan bibirnya. Bibir itu mengatup tanpa komando. Kebahagiaan berubah menjadi kesedihan. Kebersamaan berubah menjadi perpisahan. Meski raga bersatu tapi jiwa terpisah.Sering aku bertanya di hati, kenapa ini bisa terjadi? Mengapa kesedihan yang sama harus terulang kembali, mengapa harus ada kesedihan setelah kesedihan itu pergi.
Tapi, tak ada jawaban!Pertanyaan hanya tinggal tanya. Aku tetaplah insan lemah yang tak punya daya. Aku tidak bisa mengelak dari bencana itu."vit, besok kita ngajar harus pake media, tadi siang buk lila pesan." Aku beranikan diri menghampirinya. Aku harus bisa melawan syetan itu. Aku tidak mau di cap sebagai orang yang suka memutuskan tali silaturrahmi. Seperti sabda Nabi dalam sebuah hadistnya : "Tidak akan masuk surga orang yang mendiamkan saudaranya selama lebih dari 3 hari."Percuma beribadah sepanjang masa kalau akhirnya tetap masuk neraka. Itulah kenapa aku mati-matian ungkapkan sepatah dua patah kata padanya. Aku tidak peduli apakah dia mau dengar atau tidak, ditanggapi atau tidak aku tidak peduli.
Biar saja, yang penting tugas dan kewajibanku selesai. Dia mengangguk sambil bergumam pelan, aku tidak sempat mendengar gumaman itu karena aku terlanjur mengangkat kaki dari sana, aku tak punya daya untuk terus menopang kaki di tempat itu.
Tak ada ucapan terima kasih yang aku dengar dari bibirnya. Biarlah! Aku tidak butuh ucapan terima kasih itu, yang pasti aku lega karena kewajiban itu berhasil aku tunaikan. Setidaknya aku tidak akan masuk neraka karenanya. Itu saja!Lambat laun perang dingin itu tercium juga.
Aku ditemui Soleha setelah shalat magrib berjamaah di Mushala."uni ada masalah ya sama ni vita?" tanyanya sambil mengulurkan tangan bersalaman setelah shalat. mau tidak mau aku harus jujur."iya, uni juga nggak tau kenapa bisa terjadi." Ujarku."awalnya gimana kejadiannya uni?" soleha balik bertanya."uni rasa karena masalah kemaren, dia nanya tapi uni menanggapinya kurang ramah. Seharusnya dia juga ngerti uni lagi panik.""uni napa jawabnya kurang ramah?" protes soleha."uni kesal aja, dia nggak sopan nanya ma uni. Mang dia anggap uni apa?" aku balik protes."soleha tau, semuanya terjadi karena uni sama-sama panik. Itu biasa kok ni, sekarang uni lupakan saja masalah itu.
Kembalilah bersikap biasa, bersahabatlah seperti dulu. Soleha nggak suka uni seperti itu, uni teladan bagi kami. Masa seorang kakak memberikan contoh yang tidak baik pada adik-adiknya.""sebenarnya uni memang salah, seharusnya seharusnya uni bersikap bijaksana, tidak boleh membalas keegoan dengan keegoan yang lain.""nah, tu…. Uni tau sendiri. Sekarang uni harus seperti dulu lagi, sapa dan bicaralah dengannya. Jangan takut dicuekin… itu tantangan mulia bagi uni. Ayo uni-ku… berjuanglah! Sangat mulia orang yang menghubungkan silaturrahmi." Soleha menasihatiku. Aku bersyukur punya adik yang perhatian dan suka mengingatkan. Dia memang soleha yang solehah."makasih sayang ya… uni akan berjuang mengembalikan jalinan itu kembali. Mohon doanya dek…"
Aku menggerakkan bibir sambil membentuknya menjadi lebih indah, itu senyuman paling manis yang aku ciptakan. Aku berharap senyuman itu bisa meluluhkan hatinya. Tapi ternyata senyum itu hanya tinggal senyum, senyuman manisku teracuhkan begitu saja, dia melengah tanpa membalas sedikitpun. Hati menyuruh sabar, sabar dan tetap sabar.
Perjuangan belum usai!Aku tidak boleh menyerah….Aku harus tetap berjuang sampai senyuman manisku di balas dengan senyuman yang paling manis."oya, vit… besok materi ajar kita tentang khutbah, tabligh dan dakwah." Lagi-lagi senyumku mengembang sambil menyapanya. Aku bersyukur punya bahan pembicaraan supaya bisa berbicara dengannya. Dia diam saja, lagi-lagi tanpa ucapan terima kasih! Ah, sudah biasa!Hari ini kos-an sepi, sunyi, tak ada suara-suara yang berarti.
Mungkin semua warga sibuk denga mata kuliah di kampus. Aku tau, di kamar sebelah ada vita. Aku juga tau, hanya aku dan vita yang tersisa di kos-an hari ini. Kebetulan sama-sama punya jadwal libur. ketua pamong bersabda, mahasiswa PPL diberi tenggang sekali seminggu supaya tidak terlalu capek, maklumlah baru praktek. Insyaallah kalau nanti telah resmi jadi buk guru baru lah standby tiap hari di sekolah.Hari ini ada seminar proposal teman, aku harus menghadirinya. Tidak adil kalau sempat tidak hadir di hari perjuangannya, toh… dia pun hadir ketika aku diseminarkan minggu lalu."vit, ana ke kampus dulu ya… Rodi seminar jam sembilan ini." Lagi-lagi aku tabah-tabahkan hati setelah sekali lagi di cuekin. Di hati aku berdoa semoga Allah melembutkan hatinya dan bisa menerima aku kembali menjadi sahabatnya. Sayang, persahabatan indah itu harus pupus di tengah jalan setelah sekian lama membinanya.
Boleh bicara, vit?" aku menghampirinya di kamar. Dia cuek, tanpa menoleh sama sekali, matanya lekat tertuju ke monitor komputer. "vit, kamu dengar suara aku kan?" kali ini suaraku terdengar serak. Sedih sekali di cuekin seperti ini."mau ngomong apa?" itu suara vita. Alhamdulillah akhirnya suara itu terdengar juga.
Setelah sekian lama aku menantinya."kita tidak boleh seperti ini terus vit… diam-diaman tanpa kenal dosa. Sedih hati ini vit, kita bersahabat sejak lama, sayang hanya karena masalah sepele kita bermusuhan seperti ini. Mari kita rajut kembali benang-benang itu menjadi tali ukhuwah yang lebih indah, mari kita bina persahabatan kita kembali." Airmataku berjatuhan dari pelupuknya. Airmata itu mengalir mengairi pipi mulusku lalu merembes ke sela-sela jilbab ungu yang aku pakai. "Rabb, hati ini sedih sekali." Bathinku pelan."terserahlah…." Hanya itu jawaban darinya."terserah apanya vit?""ya… terserah!""kamu nggak boleh seperti itu vit, kasihlah komentar harus seperti apa hubungan ita, harus di bawa kemana persahabatan kita?""up to you!" itu jawaban singkat yang betul-betul menyinggung perasaanku. Sedikitpun dia tidak menghargai aku sebagai sahabatnya.
Dari jawaban ketus itu aku bisa mengambil kesimpulan bahwa vita tak lagi menganggap diriku sahabatnya."terima kasih vit atas jawabanmu, setidaknya aku tau apa yang harus aku lakukan setelah ini. Maaf kalau selama ini aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagimu, maaf kalau selama ini aku sering repotkanmu dan maaf kalau aku harus mengambil keputusan yang aku sendiri tak sanggup melakukannya.
Tapi sanggup tak sanggup aku harus tetap menjalankannya." Airmata bertambah deras membasahi pipi, suaraku gemetar tak terhingga. Sebelum beranjak aku kuatkan hati untuk mengulurkan tangan ingin bersalaman, mungkin jabat tangan terakhir. Alhamdulillah, dia menyambutnya walaupun hanya sekilas saja.Aku beranjak ke kamar dengan hati pilu. Keputusanku sudah bulat, aku harus hijrah ke tempat lain. Aku tidak mau menjadi sumber masalah di sini. Mengalah bukan berarti kalah bukan??

PERSAHABATAN
Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Ivan temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku. “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.“Wah dingin ya.” kataku pada temanku. “Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”, “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku.
Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. Bella adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “Bella kan?” tanyaku padanya. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku.
Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Ada yang dateng” jawabku. “Siapa?”tanyanya lagi, “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.Dengan heran ia melihat kearah kami.
Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu. “Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya. “Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Ivan sedikit lemas. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya.
Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun. “Bell, ini siapa?” tanyaku kepadanya. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku.” jawabnya. “Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.”. “Dasar pikun!” ejek Ivan padaku. “Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan. “Nggak sih!” jawabnya malu. “Ye sama aja!”. “Biarin aja!”. “Udah-udah jangan pada ribut terus.” Bella keluar dari rumah membawa minuman. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Ivan padaku. “Maaf banget Bell, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.” jawabnya kepada Bella. “Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku. “Ok deh!” jawabku cepat.Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella.
Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk. “Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah. “Iya tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah. Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella. “Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar, aku terpesona melihatnya. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella. “Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku. “Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget.Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah.
Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi. “Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku. “Ya tante.” jawabku pada tante Vivi.Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku. “Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Bella. Kayanya aku suka deh sama Bella. “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati.Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Bella terus.
Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella.“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku. “Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.

ARTI PERSAHABATAN
Misha sinkap kembali tabir ingatannya. Sharon. Manis nama itu, semanis orangnya. Dialah kawan karib Misha yang selalu diingatannya. Sudah enam tahun mereka mengenali antara satu sama lain. Kegembiraan dan keperitan hidup di alam remaja mereka melalui bersama. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan sahaja. Misha kehilangan seorang sahabat yang tidak ada kalang-gantinya.
Peristiwa itu berlaku dua tahun yang lalu. Sewaktu itu mereka sedang berada di kantin sekolah. Misha sedang marahkan Sharon kerana mengambil pena kesukaannya tanpa izinya dan menghilangkannya.
Apabila Misha bertanya, dia hanya berkata yang dia akan menggantikannya. Misha tidak mahu dia menggantikannya. Kerana pena yang hilangtu berlainan dengan pena yang akan diganti oleh Sharon. Pena yang hilang itu adalah hadiah daripada Sharon sewaktu mereka pertama kali menjadi sepasang kawan karib.
"Aku tak mahu kau menggantikannya! Pena yang hilangtu berharga bagiku! Misha memarahi Sharon." " Selagi kau tak jumpa penatu, selagi itulah aku tak akan bercakap dengan kau!" Marahnya Misha pada Sharon. Meja kantintu di hentaknya dengan kuat hingga terkejut Sharon. Misha yang mukanya memang kemerah-merahan, bila marah bertambahlah merahlah mukanya. Sharon dengan keadaan sedih dan terkejut hanya berdiamkan diri lalu beredar dari situ. Misha tahu Sharon berasa sedih mendengar kata-katanya itu. Misha tidak berniat hendak melukainya tetapi waktu itu dia terlalu marah dan tanpa dia sedari, mutiara jernih membasahi pipinya.
"Sudah beberapa hari Sharon tidak datang ke sekolah. Aku merasa risau. Adakah dia sakit? Apa yang terjadi" Berkata-kata Misha seorang diri. Benak fikirannya diganggu oleh seribu satu pertanyaan "EH! Aku nak pergi kerumahnyalah" Berbisik Misha di hatinya. Tetapi niatnya berhenti di situ. Dia merasa segan. Tiba-tiba talipon dirumah Misha berbunyi "Ring,riiiiiiiing,riiiiiiiiing,riiiiiiiing"Ibu Misha yang menjawab panggilan itu."Misha, oh, Misha "Teriak ibunya. "Cepat, salin baju. Kita pergi rumah Sharon ada sesuatu berlaku. Kakaknya Sharon talipon suruh kita pergi rumahnya sekarang jugak" Suara ibu Misha tergesa-gesa menyuruh anak daranya cepat bersiap. Tiba-tiba jantung Misha bergerak laju. Tak pernah dia merasa begitu. Dia rasa tak sedap. Ini mesti ada sesuatu buruk yg berlaku. "Ya Allah, kau tenteramkanlah hatiku. Apapun yang berlaku aku tahu ini semua ujianmu. Ku mohon jauhilah segala perkara yang tak baik berlaku. kau selamatkanlah sahabatku." Berdoa Misha pada Allah sepanjang perjalanannya ke rumah Sharon.
Apabila tiba di sana, rumahnya dipenuhi dengan sanak -saudaranya. Misha terus menuju ke ibu Sharon dan bersalaman dengan ibunya dan bertanya apa sebenarnya yang telah berlaku. Ibunya dengan nada sedih memberitahu Misha yang Sharon dilanggar lori sewaktu menyeberang jalan berdekatan dengan sekolahnya." Dia memang tidak sihat tapi dia berdegil nak ke sekolah. Katanya nak jumpa engkau. Tapi hajatnya tak sampai. Sampai di saat dia menghembuskan nafasnya, kakaknya yang ada disisinya ternampak sampul surat masa ada dia gengam ditangannya" terisak-isak suara ibu Sharon menceritakan pada Misha sambil menghulurkan surat yang Sharon beriya-iya sangat ingin memberikannya pada sahabatnya.
Didalam sampul surat itu terdapat pena kesukaanku. Disitu juga terdapat notadaripadanya.
Kolam mata Misha dipenuhi mutiara jernih yang akhirnya jatuh berlinangan dengan derasnya.Kalau boleh ingin dia meraung sekuat hatinya. Ingin dia memeluk tubuh Sharon dan memohon maaf padanya tapi apakan daya semuanya dah terlambat. Mayat Sharon masih di hospital. Tiba-tiba dentuman guruh mengejutkan Misha daripada lamunan. Barulah dia sedar bahawa dia hanya mengenangkan kisah silam. Persahabatan mereka lebih berharga daripada pena itu. Misha benar-benar menyesal dengan perbuatannya. Dia berjanji tak akan membenarkan peristiwa ini berulang kembali. Semenjak itu Misha rajin bersolat dan selesai solat dia akan membaca al quran dan berdoa dan bersedekahkan ayat-ayat al quran kepada sahabatnya. Dengan cara ini sahajalah yang dapat Misha balas balik jasanya Sharon dan mengeratkan persahabatanya. Semoga dengan kalam Allah Sharon akan bahagia di alam baza.

PACAR BOONGAN
  “Pokoknya sebelum kamu lulus SMA tahun ini,kamu harus segera punya pacar”kata mamah tegas pada Ega.
 “ahh…mamah,nggak bisa gitu dong,,Egakan sebentar lagi ujian,masa Ega harus nyari cowo dalam waktu sesingkat itu..lagian Ega belum mau pacaran maa…”Kata Ega balik tegas sama mamahnya,udah berulang kali mamah Ega meminta Ega untuk mencari Pacar,karena Umur Ega sudah cukup Matang untuk mendapatkan seorang Pacar,tapi Ega nggak pernah mau,karena bagi dia,Pacaran bukan suatu hal yang penting,bagi Ega pacaran saat ini juga belum merupakan kewajibannya,ia masih ingin merasakan masa-masa sendirinya tanpa diribetin sama urusan yang namanya cowo.
Ega bingung harus ngasih pengertian sama mamahnya dengan cara apa,nggak jarang juga mamah Ega menggretak Ega”kalau kamu nggak bisa bawain pacar disaat kamu lulus tahun ini,mamah akan jodohin kamu sama Rafli…”Ega bner ogah sama yang namanya dijodoh-jodohin,apa lagi sama orang se-trouble Rafli,yang bisanya nyusahin dan nyari masalah..
 “Liat nanti aja deh maa…”Kata Ega langsung ngeloyor pergi
 “Ega,,,mama belum selesai ngomong sama kamu..”Kata mamah stengah berteriak.
 “gue bingung ko,harus ngasih tau nyokab dengan cara apa lagi,nyokab slalu maksa gue buat nyari pacar,padahal cari pacar sekarang nggak penting…”Kata Ega curhat pada Diko,sahabatnya
Diko merapatkan dirinya ke dekat Ega”Gue tahu prasaan lo ga,mungkin nyokab lo nggak mau lo terlalu lama sendiri,apa lagi lo dari dulu belom pernah punya pacarkan,jadi wajar kali nyokab lo nyuruh lo buat nyari pacar,umur lokan udah 17tahun”Jelas Diko panjang lebar.
 “Tapi nggak logis ah,ko,cara nyokab gue nyuruh begitu,gue belum mau pacaran kenapa harus dipaksa-paksain gitu..”Kata Ega
 “hmm..nyokab lo takut lo nggak laku kali..”Kata Diko spontan,seketika bikin Ega lirik sinis kearahnya.
 “hah…sejelek itukah gue?separah itukah?sampai nyokab takut gue nggak laku kalau gue nggak pacaran sekarang”Kata Ega berapi-api”nanti kalau ada saatnya gue juga pasti nyari pacar,,tapi nggak sekarang,lagian umur gue juga masih 17tahun,masih muda kali….”
      “ya..sorry,,,”Kata Diko,tiba-tiba ide cemerlang terlintas dipikiran Diko”Ga,,gue ada ide nih…”
 “Apa ko??”Kemudian Diko membisikkan sesuatu pada Ega”Hah??Pacar boongan?”
 “Iya…”Diko mengangguk mantap”lo nggak mau pacaran dulukan?tapi lo mau nyokab lo berhenti maksa-maksain lo kan?itu cara yang jitu ga,,,didepan nyokab lo pura-pura pcaran sama dia,tapi dibelakang nyokab lo,lo tetep tmenan…”
 “wah,boleh tuh ide lo,,tapi siapa yang mau jadi korbannya?”tanaya Ega bingung.
 “iya juga ya…”Diko ikut berpikir,seketika Ega melirik Diko dengan senyum dengan gerakan muka mengisyaratkan gue tahu”kenapa lo liatin gue gitu?”
      “hehehe,,,gue tahu orangnya siapa…”Kta Ega
      “Siapa Ga?”Tanya diko penasaran
      “Elo…”spontan Ega menunjuk Diko
      “Gue??knapa harus gue?”tanay Diko bingung
      “Karena Cuma lo yang bisa bantuin gue..”Kata Ega tersenyum puas”maukan lo,jadi pacar boongan gue?”
      Diko menggaruk kepalanya,bingung,akhirnya..”Yaudah deh,gue mau…”
      “ahh Diko,,thanks ya,emang Pacar boongan gue yang terbaik…”Kata Ega reflek memeluk Diko,”uhmhzz..maaf…”
      “ya,nggak apa-apa..”Kata Diko senyum
      “Yaudah,jangan lupa ya nanti kerumah gue,lo nanti bakal gue kenalin sama nyokab gue,,jangan lupa ya sayang…”kata Ega langsung ngeloyor Pergi meninggalkan Diko.
 Siang hari,Diko dan Ega pulang bersama
Saat sampai dirumah,terlihat mamah yang sedang duduk diteras,Ega langsung berlari kecil dan menghampiri mamanya,dan diikuti Diko yang berada dibelakangnya
 “Maa..liat deh,Ega bawa Pacar Ega..”Kata Ega dengan senyum,mamahnya langsung bangkit dari duduknya.
 “ini Pacar kamu Ega?”Tanya mamah,danEga mengangguk mantap
 “oh ya kenalin maa,ini Diko..”Kta Ega ,memperkenalkan Diko.
 “siang tante,saya Diko..”Kata Diko sambil menyalimi mamahnya Ega Ramah,kemudian disambut Ramah oleh mamahnya Ega,lalu mamah Ega mempersilahkan keduanya duduk
 “ngomong-ngomong,kalian kapan jadian…?”Tanya mamahnya Ega membuka percakapan…
 “Ehmm…baru juga tadi tante”kata Diko sedikit gugup
 “oh,ehm..orang tua kamu kerja Dimana?”Tanya mamah Ega kembali
 “Kalau mamah di boutique didaerah Jakarta selatan,kalau papah jadi dokter gigi,di rumah sakit Medistra”Kata Diko mantap.
 “oh,,ehm..tante masuk dulu ya,mau minum apa?”
 “nggak usah repot-repot tante..”Kta Diko menolak Ramah
 “ah,tante nggak repot kok..yasudah tante buatkan minum dulu ya..”kata mamahnya Ega sabil berlalu.
      “Ga,nyokab lo baik banget yaa,,asikk bangett punya nyokab kaya begitu”kata Diko memuji mamahnya Ega,Diko begitu menikmati rumah Ega yang adem dan banyak tanaman anggrek.Ega tersentak kaget mendengar pengakuan Diko barusan.
 “hekk…lo bilang asik punya nyokab kaya gitu?heh,kalau nyokab gue asik,gue ga mungkin disuruh buat nyari pacar,sampai lo harus jadi korban pacar boongan gue”kata Ega panjang lebar.nggak lama mamahnya Ega kembali membawa tiga gelas sirup yang segar.
 “Silakan diminum Diko…”kata Mamahnya Ega ramah
 “aduh,tante jadi ngerepotin nihh….”Kata Diko berlaga malu(malu-malu tapi mau)
      “nggakk kok,diminum dong…”kata mamah Ega ramah sambil mengedarkan senyuman pada Diko dan Ega,lalu mamah Ega melirik jam tangannya”oya,tante jadi lupa,hari ini ada  arisan,tante tinggal dulu ya Diko…”nggak lama mamah Ega beranjak pergi,akhirnya Ega bisa terlepas dari adegan pura-pura mesranya bersama Diko,lalu Ega melirik Diko yang begitu menikmati duduk tepat disampingnya.
 “Dik,,uda nggak ada nyokab gue…”Ega mengingatkan Diko,Diko langsung melirik,dengan tatapan senyum nakal gue-udah-pw-neh,lalu Ega menatap Diko dengan mata Garang,dan siap melempar Diko bantal sofa”Lo pindah nggak,apa gue lempar…”Diko langsung loncat dan pindah ke bangku disampingnya,sesaat terjadii keheningan,nggak ada yang berbicara diantara keduanya.
 “rumah lo sepi banget,Ga…pada kemana?”Diko memecah keheningan,pertanyaannya begitu basi.
      “mana gue tahu,tadikan dirumah tinggal 1makhluk,yaitu nyokab gue yang pergi arisan,kalau yang lain nggak tau deh..”kata Ega santai,lalu mulut Diko membulat,kemudian terjadi kembali keheningan,sampai akhirnya suatu suara klakson mobil mengagetkan keduanya,Ega langsung berlari menuju pagar,dan membukakan pagar untuk seorang yang sedari tadi mengklakson mobilnya,yang ternyata itu kak.Egi yang pulang dari kuliah.
 “lo ngelamun ya,apa kuping lo kesumbat kapas,,gue dari tadi klakson mobil,lo kaga nongol-nongol…”kata kak.Egi kesal setelah memasukan mobilnya dalam garasi,lalu kak.Egi melirik Diko,dan Diko tersenyum”oh,jadi lo pacaran,jadi kaga kedengeran ,pantesan ajah..”
 “ett dah lo kak,siapa yang pacaran…”
 “udah,nggak usah ditutupin,akhirnya laku juga lo..hahaha…”kata kak.Egi meledek adiknya,nggak lama pluukk…..”adooww…”
      “makannya kalau ngomong dijaga,,,sembarangan banget lo ngomong,emangnya gue barang bekas apa…”kata Ega puas setelah menyerang kak.Egi dengan sandal high heels mamahnya,yang lumayan bisa bikin kepala memar*sadiiss*
      Diko yang melihat adegan ribut singkat antara kakak beradik itu hanya bisa terkekeh,lalu Ega kembali duduk di sofa teras bersama Diko
 “wah,parah lo,kakak lo sendiri ditimpuk bgituan..”Kata Diko
      Ega tertawa puas”hahaha..bodo,lagian tuh orang ngomong sembarangan,emangnya gue barang bekas yang nggak laku-laku apa…”
 “lah,emang iya kan…”Diko spontan,seketika mata garang Ega kembali terlihat,dan siap menimpuk Diko dengan high heels mamahnya yang sebelah,Diko pun tersenyum dan nyengir”PEACE…yakh,,bercanda kok…”
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 05.00,Dikopun pamit pulang,lalu Ega mengantarkannya sampai pagar”eh,jangan kapok ya,kalau main kerumah gue,,terutama sama nyokab,dan adegan rebut gue sama kak.Egi tadi”
      “iya,,tenang ajah,malah seru kali,ngelihat pertandingan langka gratis..hhe…”kata Diko yang mukanya telah berada dibalik helm,lalu Dikopun menancap gas motornya,kemudian Ega kembali kerumah.
Udah hampir 3bulan Diko menyandang status sebagai pacar bohongan Ega,sejak itu juga kelakuan mamah pada Ega berubah,mamah jadi lebih perhatian sama Ega,mamah juga lebih sering tersenyum,apa yang dia lakukan selalu disertai senyuman,dan tak jarang juga Diko selalu diajak mahnya Ega untuk pergi jalan-jalan,ke arisannyapun Diko bersama Ega diajak,untuk menunjukkan pada rekan arisannya kalau Ega memiliki pacar,tapi untuk Ega ini sangat menyiksa,dia terpaksa membohongi mamahnya,demi bahagia mamahnya,dia juga ga mau selalu dipaksakan untuk segera memiliki pacar.
Malam yang begitu tenang,semilir angin menemani kesendirian Ega yang tengah duduk merenung diteras,nggak lama tiba-tiba dia terpikir kelakuannya yang udah membohongi mamahnya,demi untuk membahagiakan mamahnya yang menginginkan dirinya memiliki pacar,laluEga mendongakkan kepalanya keatas langit,ia pun mulai curhat kepada bintang-bintang yang hanya Nampak sedikit dan tidak begitu terang”gue terkesan jahat banget sama mamah,udah bohongin mamah,tapi gue juga nggak mau buat mamah kecewa,gue juga ga mau dipaksain untuk memiliki pacar,gue belum mau pacaran,apa lagi kalau sampai dijodoh-jodohin,gue harus gimana???”tanpa terasa air mata Ega telah mengalir,rasa penyesalan memenuhi perasaannya.
 “kamu harus akhiri semua ini,Ega…”Ega tersentak kaget mendengar suara itu,suara itu amat dikenal Ega,saat Ega menoleh,rupanya suara itu,suara mamahnya
 “mamah…”Ega langsung menghapus airmatanya”sejak kapan mamah disini?”
 “sejak tadi,mamah udah mendengar semuanya sayang..”kata mamahnya menghampiri Ega,Egapun memeluk mamahnya
 “mah,,maafin Ega,ega udah bohong sama mamah,,Ega Cuma nggak mau mamah terus memaksa aku…”Egapun histeris dipelukan mamahnya
 “mamah tau sayang,maafin mamah udah egois sama kamu,harusnya mamah mengerti keinginan kamu,dan harusnya mamah bangga punya anak seperti kamu,dan tidak memaksakan kamu untuk memiliki pacar..”kata mamahnya Ega,suaranya terdengar bergetar,dan nggak lama,air matanyapun jatuh juga ,,merekapun berpelukan,nggak lama sebuah suara mengagetkan keduanya dan keduanya segera meepaskan pelukan dan menghapus air matanya.
 “Ega sayang,,,ayo malam mingguan…”kata Diko,lalu Egad an mamahnya tertawa geli,.Diko nggak ngerti,mengapa mereka jadi tertawa.
 “Diko,drama sudah berakhir…,kamu udah nggak perlu jadi pacar bohongannya Ega”kata mamahnya Ega yang masih menahan tawa,Diko jadi tertunduk malu,mukanya memerah menahan malu..-,- 

CINTA 13 HARI
Icha merebahkan tubuh nya di kursi teras rumah nya , kelihatan sangat lelah sekali , Icha baru pulang sekolah , wajah nya yang merah merona karna terbakar panas matahari tak bisa menyembunyikan  rasa lelah dalam dirinya . Tiba- tiba Icha di kejutkan oleh sms dari sahabat nya Renata .
Renata Message :
“cha , ntr mlm jd kan nonton konser nya ?
Harus jadi yach , aku punya 2 tiket nech ?
Icha Message : 
“ship dah ,  :)
Renata Message :
“okey, kita barengan sepupu aku yach dri luar kota , 
Katanya dia mau ikutan nonton “
Icha  Message :
“ O.K , 
Icha pun langsung masuk ke kamar  nya untuk beristirahat . Nanti malam adalah acara konser  dari group band ternama yaitu BONDAN FEAT FADE 2 BLACK , Kebetulan Icha dan Renata salah satu  fans  nya Bondan so, wajib nonton tuch .
Malam pun ,tiba terlihat Icha  sudah siap untuk beranjak pergi bersama Renata .
Setiba nya di rumah Renata , Icha sedikit heran soalnya dirumah Renata sudah di penuhi  oleh kumpulan cowok –cowok dan Icha belum mengenal nya sama sekali .
“Eh icha , ngapain bengong  di luar , mari masuk, sambut Renata .
“emm, gak kok , sedikit gugup.
“ohw iya cha , kenalin ini Sepupu aku IVAN , yang aku ceritain td siang , 
“Icha , sambil mengulurkan tangan nya ke arah IVAN, 
“IVAN , sambil tersenyum , 
Tak lupa juga IVAN juga memperkenalkan teman- teman nya  kepada Icha  . Mereka pun berangkat menuju tempat Konser berlangsung .
Terlihat acara sudah di mulai . Icha dan Renata terlihat  senang sekali karna bisa menyaksikan langsung  konser itu meski agak sedikit jauh  dari panggung .
Setengah jam konser telah berlangsung , diam- diam Icha memperhatikan Ivan dari kejauhan , Sesekali Ivan senyum ke arah Icha.
Pagi yang sangat dingin , berhubung cuaca lagi hujan, Icha terasa enggan membuka mata  nya , tapi lama kelamaan , Icha pun dengan terpaksa harus bangun dan harus siap- siap untuk berangkat ke sekolah . 
Icha pun menuju ke meja makan untuk sarapan , sedang asyik  nya Icha menyantap makanan nya itu, tiba – tiba   hp  Icha bergetar. Dari nomor yang tidak di kenal , dan itu membuat Icha penasaran .
Icha pun membuka  pesan itu  yang hanya sekedar sapaan selamat pagi . Tanpa ada inesial pengirim nya .lalu Icha pun menanyakan si pengirim sms itu .
Mereka pun saling balas sms ,  Ternyata si pengirim sms itu adalah IVAN sepupunya Renata ,tapi sms terhenti saat Icha menyakan dapat Nomor  hp  nya dari siapa .
Icha sudah menduga kalau Ivan dapat nomor hp  nya dari Renata ,secara Renata kan sepupuan sama Ivan . tanpa banyak fikir lagi Icha pun menanyakan hal itu kepada Renata .berhubung Icha dan Renata beda sekolah , Icha hanya bisa menanyakan hal itu kepada Renata lewat sms. 
Icha message :
“ta, kmu yach yang ngasi nmr hap aq ke IVAN, sepupu mu itu ?
Renata message : 
“ owh , iyac cha, maaf yach aq lupa ngasi tau km sebelum nya, 
JPiece
Icha message “
“ yach gk p2 sech , cma wkt aq tnya dpt nmr q dr siapa dia nya gk blz lagi , 
Cuek amat !
Renata  Message :
“ehehe iyah dia emang rada cuek gt cha , tpi asyik kok anak nya . 
Yach lanjutin aja mz an nya , ehheheh
Icha Message :
“ idiiiihhh , cuek gtu  ta, gak asyik ta , hemmm
Renata message :
“yach , km blm kenal dia lbh jauh sech , coba aja “
Ehehehe>>>
Icha hanya bisa menarik nafas , melihat  sms dari Renata itu , tanpa balik membalas dan berlalu meninggalkan nya . 
Icha asyik dengan buku yang di baca nya , tiba- tiba ia teringat pembicaraan Renata tadi pagi , 
Ivan, iyah untuk kali ini Ivan yang jadi sasaran objek di fikiran nya ,  Sikap Ivan yang cuek , membuat Icha penasaran  dan ada rasa ingin lebih jauh mengenal nya , Lain hal nya dengan Icha yang sudah terkenal rada  “bawell “dan mungkin seluruh dunia juga tau akan kebawelan  nya .
Waktu terus berlalu , Icha dan Ivan pun semakin akrab , saling berbagi cerita , Ternyata sifat cuek nya Ivan membuat Icha ingin lebih jauh mengenal nya , ada rasa yang tak biasa yang di rasakan oleh Icha , serasa ada getaran dalam jiwa menggugah seluruh tubuh Icha , inikah cinta ? cinta pada pandangan yang untuk kesekian kalinya .Tak dapat di pungkiri , ternyata Ivan juga merasakan hal yang sama . sifat bawel nya Icha membuat ia merindukan nya , >>
Sungguh perkenalan yang begitu singkat , seiring berjalan nya waktu , Ivan menyatakan perasaan nya kepada Icha , ,,,, dan itu membuat I cha bahagia, ia tidak menyangka ternyata Ivan juga  punya rasa yang sama , tapi rasa suka Icha tak membuat Icha begitu saja menerima Ivan, ia pun meminta waktu kepada Ivan untuk memikirkan semuanya . berhubung Icha dan Ivan tinggal berjauhan , hal itu juga lah yang membuat Icha merasa ragu .
3 hari berlalu , dan waktu icha memberikan jawaban kepada Ivan , tak dapat di pungkiri , Icha juga tidak dpat membohongi perasaan nya , ia juga suka sama Ivan , dannnnn>>
Icha pun menerima nya . Icha menerima Ivan sebagai pacar  nya. Dua hati menyatu dalam satu ikatan  cinta , iyach , Ivan dan Icha , dunia seakan menjadi milik berdua, tak ada yang bisa di ungkapkan Icha selain rasa bahagia , yang mengisi  relung hati nya  . 
Tak juga ketinggalan Renata  sahabat  nya Icha pun ikut senang mengetahui  hal itu .
Walaupun Icha dan Ivan terpisah jarak dan waktu , tapi itu tidak menyurutkan  niat kedua insan tersebut. Dan mereke punya gelar  masing – masing  Icha  memanggil Ivan dengan sebutan Pangeran Cuek , begitu pula hal nya  dengan Ivan memanggil  Icha dengan sebutan putri  bawel .  Itu menambah  betapa romantisnya percintaan mereka .
Hari ini Icha merasa  perasaan nya tidak enak , keringat dingin bercucuran membasahi tubuh nya , jantung nya berdetag tak menentu . , ia pun hari ini heran akan diri nya , di tambah lagi dari pagi sampai siang begini tidak ada kabar tentang Ivan , tidak seperti biasanya Ivan yang selalu saja sms  Icha meski hanya ucapan selamat pagi . 
Pelajaran kosong Icha coba untuk sms Ivan , tapi tidak ada balasan . Icha trus bersabar akan hal ini , “duhh , dsar pangeran cuek , kambuh lagi nech penyakit “gerutu Icha dalam hati . Icha pun meminta tolong kepada sahabat nya Renata  untuk coba menghubungi Ivan .
Icha message :
“ta, maaf ganggu , bsa  bantu aq gak ? , pliase ???
Renata message :
“gak ganggu kok? Bantu apa, aq usahain .
Icha message :
“gini , Ivan dari td pagi susah d hubungin, yach aku takut aja  terjadi  sesuatu sama dia , ta ?
Renata message :
 Cie- cie , khawatir amat nech putri  bawel , oke dech ntr aku coba hubungin dia“
Icha message :
“huh dasar , yaa  udah jangan ngeledek ! mksih sebelum nya , ntr kabarain aq yach , “
Icha masih gelisah dengan keadaan ini , dan ia juga berusaha untuk tidak  terlalu memikirkan hal ini , 
Ia juga berharap semoga Ivan si pangeran cuek  baik- baik saja . Icha menarik nafas  dan ia pun memutuskan untuk kekantin saja sekedar mengisi perut , berhubung lagi pelajaran kosong . dan ia juga mengajak Dian teman sebangku nya itu , tapi ternyata Dian sedang tidak enak badan , katanya sech kepala nya pusing , badan nya panas. Kemungkinan  Dian demam , Icha pun tidak tinggal diam , ia pun membawa Dian ke ruang UKS dengan di bantu oleh beberapa teman sekelas nya .
Setelah dari UKS ,  Icha pun kembali ke kelas nya dan mengurungkan niat nya untuk ke kantin , tapi ada yang berbeda saat ia kembali ke kelas nya . semua mata tertuju pada nya ada juga yg sedang menertawakan nya .Icha heran , apa ada yang aneh dalam diri nya ? terlihat di pojok kelas si Andre salah satu teman sekelas Icha yang juga rada Jahil sedang memegang hp  Icha ,
Oh mai Gat !!!!!! si Andre lagi asyik membacakan sms dari Ivan . Icha pun dengan cepat merebut hp nya kembali .Betapa malu nya Icha saat itu , semua mata tertuju kepada Icha , di tambah lagi isi dari sms itu adalah kata putus  dari Ivan. Hati Icha hancur lebih dari berkeping – keping.
Icha masih duduk di dekat jendela kamar nya , rintikan hujan mewakili hati Icha yang hampir rapuh , Icha masih larut dalam kesedihan nya . dan ia  masih tidak bisa percaya bahwa Ivan secepat itu mengakhiri hubungan mereka hanya karna alasan Ivan tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh .Lalu kenapa waktu itu ia ucapkan kata cinta , .
Icha tersenyum sinis , mengingat hubungan nya bersama Ivan hanya sampai 13 hari saja , Dan itulah resiko yang harus Icha nikmati sekarang atas keputusan nya .
Icha pun di kejutkan sms dari Ivan yang berisikan  kata maaf , dan tidak  satupun dari sms Ivan di balas nya . 
Malam semakin larut , tpi Icha juga tak bisa  memejamkan matanya, Iya pun memutuskan untuk mengambil gitar nya , sekedar menghibur hatinya , mencoba menuliskan tentang perasaan nya , lewat lirik-lirik  dan nada –nada jiwanya
Renata sudah berada di rumah Icha saat itu , tapi Icha masih belum bangun dari tidur nya , 
“cha , banguuuunnnnnnn,Ya ampunn , , 
Icha pun dengan malas nya terpaksa bangun dari tidur nya , 
“cha ni kamar atau apa sech ? berantakan bgt, “ gerutu Renata .
Tiba- tiba Renata melihat selembar kertas yang berisikan liri-lirik lagu, >>
“cha , ini apa? Puisi or lagu ?  tanya Renata .
“iseng nulis-nulis lirik semalam, “ jawab Icha.
“wah ,keren aku mau kmu nyanyiin ntr , buat aku , sepertinya  ne lagu bgs dech , 
Lihat aja lirik nya menyentuh “ 
“owh ya cha , aku sdah tau apa yag terjadi antara kamu dengan Ivan, Maafkan sepupu aku yach , maafkan aku juga , “
“ehehe , ya udah gak usah di bahas , biarkan berlalu n gak ada yag perlu d persalahkan, “jawab Icha .
 “ yang sabar yach cha, ya dah sekarang siap- siap kan hari ini aku janji mau nemenin kamu ke sekolah buat nyiapin PENSI besok d sekolah kamu , “celoteh Renata .
Owh iya ,sekalian aja cha ni lagu kamu bawain pas PENSI besok , yach … yach ..?”bujuk Renata 
“apaa? Gak ! malu di tonton banyak orang , “ jawab Renata .
“ayolah cha , aku kan pengen denger , pliaseeeeee>>>>>>.
“hemmm, kita liat saja besok , “jawab Icha singkat .
Hari ini di sekolah Icha ada acara  PENSI , yaang biasa di gelar setiap tahun nya , dan hari ini juga Renata datang kesekolah Icha , meski harus bolos dari sekolah  nya . 
Dan hari ini juga ia akan melihat penampilan Icha , sahabat nya . menyanyikan sebuah lagu yang iya ciptakan semalaman .
Lagu nya tidak sedih , seperti layak nya orang yang sedang patah hati, hanya saja lirik nya sedikit mewakali apa yang di alami Icha.
Semua bertepuk tangan melihat penampilan Icha di atas panggung , cukup menghibur semua yang hadir saat itu, terutama Renata , iya pun langsung memeluk Icha saat icha turun dari  panggung .
“chaa kerennn , “
“terima kasih , ta ,jawab Icha .
Ini baru sahabat aku , cukup kuat untuk menghadapi semua nya . “iya ta, harus , buat apa menyesali yang telah terjadi , aku harus melihat kedepan ta, 
Biarkan semua berlalu , n semua menjadi kenangan hidup ku ,”jawab Icha 
Icha telah melupakan semua nya, tak akan ada lagi ivan, tak akan ada lagi pangeran cuek di hidUP Icha , trus melangkah kedepan , menyongsong masa depan . Itu yang sekarang Icha lakukan . 

MENGEJAR MIMPI
“Woww,,kerenn banget nih anak…”ucapku takjub sambil melihat profile si pembuat novel cilik tersebut,aku terus membaca profilenya sampai tuntas”udah bikin novel dari kelas 4SD dan sekarang udah 5 novel yang dia terbitkan,,wonderfull…”
“aelahh,,apa menariknya sih,profile bocah ingusan yang baru buat 5 novel ajah dibanggain,mending ini nih,,,”kata ichi,sahabatku,sambil menunjukan profile artis korea yang lagi naik daun,dari nadanya terdengar meremehkan si novelis cilik yang profilenya lagi aku baca dan aku puji-puji *hehh,,sial banget sih diremehin gitu* aku yang mendengarnya jadi kesal,seenaknya dia ngomong begitu,emang ichi kalau udah ngomong,apa lagi sama hal yang dia tidak suka,suka nyakitin banget,bikin orang pingin plester mulutnya.
“heh??jangan remehin gitu dong,lo sama dia juga masih unggulan si novelis cilik ini,lah,,lo emang punya apa yang bisa dibanggain”kataku membalas perkataannya ,yang nggak jauh lebih nyakitin,mata ichi langsung melotot,aku balas dengan tatapanku yang lebih tajam.
“ahh,,nggak mau rebut gue sama lo cha,kalau udah begini,,gue ngalah..”kata ichi akhirnya nyerah,kalah juga dia akhirnya,maklum maybe dia takut kalau aku bakal kabur ninggalin dia,karena Cuma aku sahabat satu-satunya yang mau main sama dia,kalau teman yang lainnya mungkin pada takut atau gimana gitu,karena menurut mereka,ichi tuh nyebelin,judes,kalau ngomong nyakitin dan jutex,tapi aku nggak pernah ngerasa dia seperti itu,mungkin terkadang seperti itu.
Sampai rumah,aku langsung merebahkan tubuhku diranjang,dan terus kepikiran sama si novelis cilik tersebut,aku jadi termotivasi untuk seperti dia,aku bangkit dari ranjangku,dan langsung menyalakan komputerku,kemudian aku embuka dokumen pribadiku*arsip chasha*,aku melihat hampir 20 dokumen cerpen karyaku,dan belom ada sama sekali yang aku coba untuk kukirimkan ke media cetak,semua cerpenku telah dinilai oleh bunda,ayah,kak tari,dan beberapa sahabatku yang main kerumahku, mereka menilai,cerpenku bagus,menarik,judulny monoton,mereka juga menyuruh aku untuk mengirimkan karyaku kemedia cetak.
“Lumayan cha,kan bisa dapet honor tuh kalu cerpen lo dimuat…”celetuk anggi,sewaktu ia bermain dirumahku.
“iya cha,mimpi lo dari dulukan mau jadi penulis terkenal,dan inilah saatnya lo wujudin mimpi lo..”timpal pasha.
Tapi entah kenapa aku belom punya keberanian untuk mempublikasikan semua cerpen karyaku,takut nggak diterima,atau nanti malah dikomen sama pembaca ceritanya lebay,norak,monoton,nggak jelas,nggak sealur,tokohnya terlalu dikit,dan sebagainya,,ah ..semua komentar itu berkelebat dipikiranku,mebuat semangatku turun,aku langsung menutup kembali dokumenku dan mematikan computer,dan lebih memilih tidur siang.
Hari ini aku akan pergi ke kantor pos untuk mengirimkancerpen hasil karyaku pribadi,dengan dianterin pasha,Pasha sahabat cowoku,dia sahabat keduaku setelah ichi.dia setia,dia selalu mau menemaniku kemanapun aku pergi,dia siap mebantuku.
Hatiku deg-degan ketika akan memasukkan cerpenku ke dalam kotak pos,aku sampai ragu,sejujurnya keberanianku belum terkumpul.
“Udah masukin ajah,cha..”kata Pasha dibelakangku
Aku menarik kembali amplop yang erisi 7lembar cerpen karyaku”gue takut sya..”
“Kenapa harus takut cha???”Tanya Pasha mendekatiku
“gue takut cerpen gue ga diterima,gue taku cerpen gue dianggap norak,gue taku cerpen gue…”tiba-tiba omongan gue dipotong sama Pasha,jari telunjuk pasha mendekati bibirku.
“ssstt…udah cha,lo harus optimis ya,soal komentar pembaca or diterimanya atau nggak cerpen lo,itu urusan nanti,,yang penting lo udah berusaha,ayo cha,,wujudin mimpi lo selama ini,lo nggak perlu mengejar mimpi itu lagi,karena sekarang kesempatan itu udah ada dihadapan lo,mimpi lo bakal terwujud chaa…”kata Pasha lembut,bahasa perkataannya membuat semangatku bangkit,tanpa ragu aku langsung memasukannya ke kotak pos,dan pulang.
Hari demi hari aku laluin dengan perasaan dagdigdug menanti kabar diterima atau tidaknya cerpenku,sungguh penantian yang buat hatiku dag..dig..dug,ini udah hari ke3,tapi belom ada kabar sama sekali soal cerpenku yang aku sumbangkan kepada salah satu media cetak remaja terkenal,ya tuhan..mungkin cerpenku tidak diterima..aku pasrah sajah kepadamu,,,
“Chaaa……”seseorang bersuara dari ruang tengah dengan teriakannya yang memnuhi seisi ruangan ini,rupanya suara bunda,ia berlari ke arahku,sambil menunjukkan sesuatu”Cha,,liat ini chaa….”
Perhatianku langsung terarah pada sesuatu yang bunda tunjukan pdaku,ternyata Cuma duit blanja yang ayah berikan pada bunda,terus apa menariknya,kenapa bunda segitu histerisnya menerima duit belanja yang berjumlah 300ribu itu,bukannya udah biasa??aku tak memperdulikan uang tersebut,huhh..bunda bikin aku kaget sajah.
Bunda menggoyang-goyangkan tubuhku,dan memelukku dan terharu,sambil berucap”terima kasih tuhan…”bunda memelukku makin erat,aku makin bingung dan nggak ngerti sama bunda yang tiba-tiba seperti ini,aku menatap kak.Tri yang lagi nonton tv,sambil mengisyaratkan kepada kakak perempuanku yang cantik itu*bunda-kenapa-sih?*,kak Tari Cuma mengangkat bahunya,dan justru melanjutkan acara nonton tv’nya.
Lalu aku beranikan untuk mencoba melepas pelukan bunda,yang belum aku mngerti maksudnya”bunda,,akk..u sesek nih…”kataku suaraku terdengar setengah sesak,setelah aku berhasil melepas pelukan maut bunda,aku langsung bertanya”bunda sebenarnya ada apa sih sama uang belanja yang ayah kasih buat bunda?”
Bunda langsung terkejut mendengar pertanyaanku,dan ia menatapku”hah??uang belanja..??”
“Iya,,itu tadi bunda ngapain nunjukin uang belanja yang ayah kasih,terus jadi teriak histeris gtu?”tanyaku masih penuh Tanya.
Nggak lama bunda tertawa mendengar ucapanku”kamu tuh polos banget sih sayang,,ngapain juga bunda nujukin uang belanja,,”
“lah,,itu tadi uang apa?”kataku masih penuh Tanya dengan gaya orang bodoh.

Bunda tersenyum,lalu membelaiku”chasha sayang,anak bunda,,selamat yah,,kamu,,,”suara bunda terdengar menahan air mata yang akan mulai membasahi pipinya lagi,dan bunda mulai berbicara kembali”cerpen kamu berhasil dipublikasikan dimedia cetak,dan ini honor kamu..”
Hah,,nggak salah denger nih aku,apa yang tadi barusan bunda ucapkan??cerpenku berhasil dipublikasikan,dan uang 300ribu,honorku??subhanallah,,aku langsumg menjatuhkan jidatku kelantai .
Tiba-tiba saja ..GEDEBUUKKK…!!!
Aku langsung tersadar,dan merasakan diriku terjtuh,rupanya benar aku terjatuh dari tempat tidurku,jadi yang tadi itu hanya mimpi?ya tuhan,,aku bner-bener harus mengejar mimpi itu lagi,ku kira sudah ku dapatkan.
Aku langsung bangkit dari lantai tersebut,dan aku lirik jam dinding di kamarku,jam telah menunjukkan pukul 06.00,,aku segera bangkit dan bergegas mandi.
Setelah mandi,aku langsung menyalakan computer,aku berniat untuk print cerpenku,sepenggal kata-kata Pasha dalam mimpi masih teringat dalam otakku* ssstt…udah cha,lo harus optimis ya,soal komentar pembaca or diterimanya atau nggak cerpen lo,itu urusan nanti,,yang penting lo udah berusaha,ayo cha,,wujudin mimpi lo selama ini,lo nggak perlu mengejar mimpi itu lagi,karena sekarang kesempatan itu udah ada dihadapan lo,mimpi lo bakal terwujud chaa…*kata-kata itu mebuatku semngat,ditambah lagi motivasi dari profile si novelis cilik tersebut,aku harus optimis,ini saatnya aku wujudin mimpi aku,aku nggak boleh mnyerah sebelum berperang,semuanya pasti ada hambatannya terlebiih dahuulu,mungkin saja kegagalan,kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda,kalau untuk kali ini aku gagal,aku bisa mncobanya dilain kesempatan.akhirny aku mebulatkan tekadku dan mncetak hasil karyaku,dan besok aku akan menyeret ichi dan Pasha buat nganterin aku ke kantor pos.
“ayolah,,anterin gue,,pliiss…”kataku memohon pada ichi,
“ogahh ahh…”kata Ichi ketus,sambil menggeleng mantap.ichi paling nggak suka kalau disuruh nganter2in.
huhh,,perlu jurusan supaya dia mau nganterin aku”pliss chi,,,nanti kalau gue dapet honor gue bagi dua deh…”
Ichi mulai tertarik dengan jurusku barusan”bener nihh???”aku mengangguk,akhirnya diapun menerima ajakanku,ichi bersedia mengantarku ke kantor pos*dasar matre…*ktaku membatin.
Sekaraang saatnya aku mengajak Pasha untuk mengantarkanku ke kantor pos,aku dan ichi segera kekelasnya,kelas pasha berbeda denganku,saat aku dan ichi telah sampai didepan kelasnya Pasha,entah kenapa aku nggak merasa hhawa keberadaan pasha,tiba-tiba Wigo,teman sekelas Pasha,keluar kelas,tentu saja aku langsung menghadangnya dan menanyakan soal pasha.
“Go…”panggilku,ia pun menghadap kkearahku
“Ada apa cha?nyari pasha ya?pasha udah pulang duluan dari tadi,karena tadi dia ngeluh kepalanya sakit,jadi dia pulang..”rupanya Wigo udah tau tujuanku,tapi ternyata Pasha udah pulang karena sakit,jadi hari ini aku berangkat dengan ichi sajah ke kantor pos,lalu aku pergi meninggalkan Wigo.
“makasih ya go..”ucapku sambil berlalu,Wigo hanya tersenyyum.
Pulang sekolah,aku duduk termenung didepan tv,sambil memikirkan ide untuk cerita cerpenku selanjutnya,nggak lama dari ruang tengah terdengar suara deringan telfon,dengan malas,aku bangkit dan mengangkatnya .
“hallo,,”kataku setelah mengangkat telfon tersebut
“Ya halloselamat siang,,apa benar ini rumah adik Rimarsya richa?”kata seseorang disana yang menyebutkan namaku.
“Ya benar ini saya sendiri..ehm,maav ini siapa dan ada apa?”
“saya Karin,dari redaksi majalah teen,adik yang 3hari lalu mengirim cerpen berjudul Mengejar mimpi ya?”kata seseorang yang ternyata dari redaksi,what??redaksi majalah?dan dia menyebutkan cerpen kirimanku??,aku yang semula malas,dan tidak bersemangat jadi semangat.
“iya benar..”kataku penuh semangat
“oh ya,selamat ya dik,cerpen adik dimuat dimajalah kami,untuk honor telah saya kirimkan pada nomor rekening yang adik kasih,adik bisa melihat crepen adik dimajalah teen edisi 125 ya..”kata mbak Karin,,hah,benar nggak nyangka,kuucapkan syukur dengan sujud,berharap bukan mimpi lagi,dan benar ini nyata,akhirnya mimpiku terwujud sebagai penulis cerpenya allah,terimakasih,engkau memang adil…
Hari ini,dengan senyum aku mengawali hari,lalu aku menghampiri kedua sahabatku,ichi dan pasha,dengan full smile,ichi dan pasha saling menatap bingung melihat sikapku hari ini.
“Cha,,lo kenapa sih?kog senyu-senyum gitu?”Tanya Pasha
“Lagi jatuh cinta kali”celetuk ichi,aku tetap masa bodo nggak peduli,lalu aku menunjukkan majalah teen edisi 125 yang aku bawa,keduanya tetap saling pandang bingung.
“Kenapa dengan majalah ini cha?”Tanya Pasha
“buka deh halaman fiction..”kataku masih sama dengan sambil senyum,lalu keduanya segera membuka halaman tersebut.
“Mengejar mimpi,bay Rimarsya Richa..”kata Pasha sambil mebaca isi halaman tersebut,pashapun tersenyum”wow,,jadi cerpen lo dimuat cha?” Aku hanya mengangguk mantap
“waww,,keren,selamat ya cha,,,”kata pasha
“iya,makasih sya,ini juga berkat sran lo..”upss,,aku keceplosan.
“hah?saran?kapan gue ngasih lo saran cha?tanya Pasha bingung.
“uhmm,,uhmm,,dulu..mungkin lo udah lupa..”kataku sambil menghilangkan rasa gugupku menjawab pertanyaan Pasha.
“Ciee,,sarannya pasha masih diinget..”celetuk ichi usil
“Yee,,kan itu motivasi buat semangat…”kataku,Pasha yang berada disampingku hanya senyum.
“eh,mana janji lo,katanya ntar gue mau dibagi honornya..”kata Ichi yang masih ingat janjiku saat meminta dia untuk menemaniku kekantor pos.
“Iya..iya,,hari ini lo berdua sahabat gue,gue traktir di kedai pop ice depan sekolah nanti pulang,gimana?”
“okehh,,sip,,beli martabak juga ya..”kata ichi
“iyee…”kataku senyum.
Akhirnya,sekarang aku nggak perlu mengejar mimpi itu lagi,sekarang mimpi itu telah nyata,terima kasih tuhan,dan terimakasih untuk Pasha yang udah ngasih motivasi lewat mimpi,Thanks=)

CINTANYA BERPALING PADAKU
            Icha membanting tubuhnya di atas ranjang. Matanya berkaca-kaca, masih tidak percaya. Rio, cowok dengan postur tinggi & item manis. Orang yang selama ini ia kenal sebagai pacar dari Fina, salah satu sahabat karibnya. Dan dia tahu betul, Fina sangat mencintainya, dengan segala cara Fina mati-matian untuk mempertahankan cinta Rio. Tetapi, kejadian tak disangka tiba-tiba terjadi. Rio menyatakan cinta padanya. Ini pasti akan menjadi sebuah dilema cinta.
 “Aku sayang kamu, aku cinta kamu..??”
 “Apa aku salah, Cha..??”
 “Aku rela memutuskan Fina, kenapa, itu karena aku tidak bisa membohongi perasaanku padamu Cha”.
Kata-kata itu selalu terngiang di telinganya. Beberapa jam yang lalu, Rio mengatakan semua yang ada dalam hatinya. Masih tak habis pikir, merasa dunia tak adil. Gadis yang sekarang duduk di bangku kelas XI SMA menangis sejadinya. Walaupun tak mengeluarkan suara.
Ia kehilangan semua moodnya untuk belajar. Untung besok adalah hari minggu, yang dia anggap adalah hari kebabasan untuk meluangkan waktu dan membuang semua kejenuhan yang dihadapi setelah disuguhi seabreg kegiatan dan pelajaran di sekolah.
 “Tuhan, What happen with me..??” Dalam hati ia selalu bertanya-tanya.
 “Arrrghhh, kenapa semua ini terjadi padaku?”
 “Apa yang akan dikatakan Fina kepadaku jika ia tau semua ini. Apa yang akan dikatakan oleh teman-temanku?”
 “Aku tak bisa, aku bukan perebut cowok orang !”
Lalu ditelfonlah Dony, sahabat sekaligus sepupu. Yang dia anggap adalah sahabat yang paling gokil dalam segala perbuatan juga aktivitasnya sehari-hari, yang paling penting tentu bisa mengerti setiap dia berkeluh kesah padanya.
 “Tuutt… Tuutt… Tutt…”
 “Hallo, selamat malam, pembasmi serangga siap membantu anda”
 “Kami akan melayani anda seprofessional mungkin. Semua jenis serangga akan kami basmi”. Hehehe….
Suara bercanda Dony terdengar dari kejauhan. Tetapi ia belum bisa bicara, bibirnya masih kaku untuk mengucapkan kata-kata. Suaranya serak, karena hampir dua jam dia menangis.
 “Hallo, selamat malam, pembasmi serangga siap membantu anda”
 “Kami akan melayani anda seprofessional mungkin. Semua jenis serangga akan kami basmi”. Hehehe….
Dony mengulangi kata-katanya.
Dan barulah ia mengucapkan kata-kata yang terdengar serak.
 “Aku mau curhat Don. Aku bingung, harus bagaimana..??”
Dan langsung saja dony, dengan keisengannya menjawab.
 “Wakh,, ada yang salah nich. Minum obatnya ketuker sama racun tikus ya..??”
Dengan nada memelas serta suara serak Icha menjawab.
 “Serius ini, ada waktu kan buat dengerin?”
Dengan PD-nya dony langsung menjunjung tinggi rasa persahabatan & persaudaraan. Tentu dengan versinya sendiri. “Ia… ia… maaf, buat sahabatku. Apa sich yang nggak.. hehe..??”
“Gini don, kamu tahu Rio kan?”
 “Ia, tahu. Pacarnya Fina kan? Ada apa dengan dia?”
 “Dia tadi ke rumahku, dia bilang sangat mencintaiku, dia memaksa aku jadi pacarnya.”
 “Yess..!!”
 “Ko, Yess. Emang kenapa?”
 “Aku bakal dapat traktiran makan gratis nich” hehehe
 “Akkhh,, Donyyyy… jangan bercanda dulu kenapa sich..?? Orang lagi serius juga”. Suara memelas dan manja keluar dari mulut Icha.
 “Ia,, maaf lagi dech. Emang kenapa, toh kamu lagi jomblo, orangnya biarpun item manis, cakep juga, lumayan lah?” kata Dony mencoba menghibur.
 “Bukan itu masalahnya, kamu nggak pernah tau kan kalau Fina sangat mencintai Rio..?? Dia mati-matian mempertahankan cinta hanya untuk seorang Rio. Kemarin ada 2 cwok yang nembak Fina, juga dia tolak”. 
 “Ooo… begitu, terus mau bagaimana?”
 “Aku bingung, aku nggak tahu, apa yang harus aku lakukan”.
 “Ya, udah, besok aku temenin ke rumah Fina, nglurusin masalah ini baik-baik. OK?”
 “Hah,, apa kamu sudah gila. Mau bilang Fina ke aku. Bisa-bisa aku akan langsung kena semprotan dari Fina?”. Sontak saja icha langsung mengeluarkan kata-kata emosinya.  Dengan santai dan bijaksananya dony menjawab.
 “Terus… mau sampai kapan kamu pendam? Kalau Fina sudah tahu pasti semuanya akan terasa tenang & masalah clear. Mau nggak, kebetulan besok hari Minggu, aku juga libur kerja. Kalau nggak mau ya sudah”.
Ichapun bingung memikirkan semua itu. Mungkin sudah buntu pikirannya. Dan mau saja mengikuti ajakan sahabatnya.
 “Ia dech, tapi kamu yang ngmong ya..??
 “Lhoo. Kok aku sih, yang punya problem kan kamu”
Lagi-lagi icha dengan memelas dengan setengah merayu. Dia paling tahu kelemahan Dony. Kalau dony tidak akan tega melihat orang kesusahan, apalagi seorang perempuan.
 “Ayo donk, please. Bantu aku, katanya sahabatku”
Dan benarlah, dony langsung menyetujui permintaanya.
 “Ya udah, sekarang aku mau tidur dulu. Ngantuk banget.”
 “He’Em,, makasih don. Besok pagi langsung ke rumahku ya..??”
 “Ia..ia.. aku pagi-pagi ke rumahmu. Udah ya, tinggal  ½ watt nich. Bye…” “Tut…tut…tut..”
Telponpun diputuskan oleh Dony. Dengan setengah menggerutu. Huh, kebiasaan banget. Belum dimatiin, udah dimatiin duluan.
Tetapi, icha juga sangat tau kalau dony kecapean habis kerja seharian. Apalagi kerja di bidang jasa, pasti sangat capek. Menghadapi 1001 macam karakter orang, tapi selalu dia bisa membuat dirinya tersenyum seperti sekarang ini. Makanya dia memasukkan dony ke daftar sebagai sahabat yang paling baik. Walaupun kadang memang membuat kesal setengah mati. 
Akhirnya, ichapun mencuci mukanya yang lusuh oleh air mata telah kering. Lalu merebahkan badan serta memejamkan mata. Karena Icha juga sangat capek, setelah seharian diboombardir ulangan 3 mata pelajaran. Ditambah lagi Rio yang barusan membuat dirinya kaget, hampir mencopot jantungnya.
Minggu yang cerah adalah hari yang asyik bagi para kaum muda. Apalagi yang sudah punya pasangan. Mereka pasti akan memanfaatkan momentum itu untuk sekedar berjalan-jalan mungkin atau aktivitas lainnya, walaupun dalam 1 bulan ada 4 kali hari minggu, tetapi tidak ada bosannya menunggu hari minggu tiba. Tetapi, tidak bagi Icha sekarang, yang sedang diberondong dengan sejuta masalah baginya. Ketika dia bangun, sangat malas untuk beraktivitas. Padahal biasanya hari minggu adalah hari yang paling istimewa dalam hari-harinya. Dengan langkah lesuh, dia menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan sebelum dony datang. Icha tidak mau, dony nyerocos menceramahinya ketika ia datang, belum sempat mandi. Kemarin dony sudah berjanji akan datang pagi-pagi.
 “Permisi… tok… tok… tok…”.
Suara dony berubah menjadi kakek-kakek, ketika mengetuk pintu untuk menemui Icha di rumahnya. Dan langsung mama icha yang sedang berada di dapurpun langsung bergegas membukakan pintu untuk tamunya. Ketika mamanya yang tak lain adalah tantenya membukakan pintu.
 “Ya ampuuunnnn,,,, kamu lagi, kamu lagi don, gak ada kapoknya ya ngerjain tante”. Dengan setengah kesal mama icha mengomeli ponakannya yang isengnya kadang keterlaluan. Memang, tidak Cuma 1 kali mama icha tertipu dengan ulahnya dony. Tapi, ya seperti biasa dony hanya melontarkan senyum khasnya untuk tantenya itu, seolah tak mempunyai dosa sedikitpun.
 “Hehehehe… maaf, Tan. Ichanya ada..??”
 “Awas,, ya, sekali lagi..!! Ada, baru selesai mandi tuch”
 “Yaudah masuk, tante lagi masuk, ntar gosong lagi”
 “Ia… ia… ia… ngomel mulu, cepet tua tan. Hehehehe”
Lagi-lagi dony membuat kesal kepada tantenya. Sehingga tantenya pun mengeluarkan jurusnya.
 “Ya ampuunn,, ini anak satu. Berbalik sambil menjewernya”
 “Peace… Tan. Peace… Ampun !!” bujuk dony kepada tantenya agar melepaskan tangan dari telinganya.
 “Ada apa sich, pagi-pagi dah ribut-ribut. Kayak anak kecil aja”. Tiba-tiba icha muncul dari dalam.
“Cha… aku akan ikhlas jika semua ini yang terbaik untuk rio, semua ini memang sudah suratan. Kamu jauh lebih baik daripada aku. Please banget, bahagiain dia. Kita akan tetap bersahabat. Aku hanya memohon 1 permintaan saja, jangan pernah kau sakiti dia”. Fina memecah kebisuan sambil meneteskan air mata.
 “Tapi fin..??” belum selesai icha berpendapat, sudah dipotong dulu oleh Rio.
 “Fin, kamu percaya kan. Semua akan indah jika kamu menerimanya dengan tulus..?? Cinta ini akan mengalir seperti air di sungai. Cinta ini akan abadi jika kamu memang cinta dengan persahabatan ini. Fina sudah rela aku untukmu, aku tinggal menunggu keputusanmu”.
Fina tak mampu berkata-kata lagi, kepalanya berat tak tertahankan. Jiwanya seperti akan keluar dari raganya.
Suara teleponpun berdering, icha dengan setengah sadar mengambil dan melihat “Rio memanggil..”. Icha baru sadar ternyata semua yang dialaminya adalah mimpi. Jantungnya masih berdegup dengan kencangnya. Darahnya mengalir deras. Keringat dinginpun keluar. Apakah ini pertanda akan mulainya segala mimpi itu. Hanya Icha dan Tuhan yang tau. 

HANYA SEBATAS SAHABAT
Aku mencintai dia dari umurku 11 tahun , dan sekarang aku sudah berumur 16 tahun . namaku Talitha
Sudah hampir 5 tahun aku mencintainya , dan aku hanya bisa menjadi sahabatnya tak lebih . Nama orang yang kusukai aldi .
Suatu saat dia menyukai seorang teman ku , namanya yoan .Aku sangat kecewa mengetahui hal itu , aku dan aldi sangat dekat , sangking dekatnya seluk beluk cinta , keluarga , sampai semua masalahnya aku tau .
Dia sering bercerita tentang perasaannya ke-yoan padaku .Aku senang bisa menjadi tempat curahan hatinya , setidaknya dia dan aku sering bertemu karena itu .
Sampai suatu saat aku dan aldi mempunyai sedikit salah paham .Hanya karna aku salah bicara , dan dia salah mengartikan perkataan ku . maksud perkataan ku waktu itu ingin membuat dia tau siapa yoan sebenarnya .. tapi di pikirannya aku ingin menjatuhkan yoan di depannya .
Mulai saat itu aku dan dia sudah tak lagi saling menegur , sudah jarang bertemu , ’kecewa’ hanya itu yang bisa ku katakan . bodoh skali aku ini , kenapa aku harus ikut campur urusannya . coba saja waktu itu aku tak ikut campur , kejadiannya tak akan seperti ini ..
1 minggu berlalu , aku merasa sudah seperti 1 tahun , menurut gosip yang beredar di sekolah aldi & yoan sudah pacaran . di depan mereka aku bersikap senang mendengar gosip itu , tak ada yg tau jika hatiku ini seperti di tusuk-tusuk jarum . sakiitt !!!!!!!!!
malamnya aldi sms aku , dia bilang dia ingin bertemu dengan ku .setelah bertemu aku hanya terdiam , tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku . sampai akhirnya aldi yang memulai cerita .dia curhat lagi sama aku . dia menceritakan semua tentang hubungannya dengan yoan , aku senang bisa melihatnya tersenyum , belum pernah aku lihat dia mencintai seorang cewek sampe seginihnya . aku tersenyum seketika melihat dia bercerita semua tentang hubungannya .dalam hatiku berkata , ’Aldi , andai kamu tau aku sayang bgt sama kamu . aku ingin melihat senyummu ini selamanya’
aldy sudah lama tau kalau aku mencintainya , tapi dia tak pernah memberi komentar , baginya aku hanya sebatas temannya saja .
2 bulan sudahh berajalan , tak ada masalah . aku masih bisa melihat semua senyuman yang selalu tertera di wajah aldi . tapi satu ketika aku melihat dia menangis di depan ku , dia memelukku tiba-tiba , pelukannya terasa sangat dingin . aku bisa merasakan hatinya yang sedang gundah , dan kecewa .aku menanyakan apa yang terjadi padanya perlahan-lahan . aku mengajak nya untuk duduk di gedung depan rumah ku , rumah aldi dan aku hanya bersebelahan saja .
dia menceritakan semua masalahnya , air mataku jatuh seketika .
Aku tak pernah menyangka akan melihat aldi menangis , biasanya  aku yang selalu menangis karena dia . tapi kali ini keadaan berbalik .. dia menangis karena cewek yang dia cinta , Yoan penyebabnya .
dia selingkuh dengan teman dekat aldi yaitu Michael , michael juga berteman denganku . tapi tak sedekat aldi dengannya . michael tinggal 1 perumahan sama aku dan aldi .
3 hari berikutnya aldi memutuskan hubungannya dengan yoan , dia merelakan yoan untuk Michael , mulai saat itu hanya kesedihan yang bisa kulihat dari muka aldi . tak ada lagi senyuman yang kulihat 2 bulan lalu . aku merasa kecewa dengan sifat yoan . aku tak bisa terima yoan menyakiti aldi .
Suatu ketika Michael menghubungi ku , dia berkata ingin membuat aldi menjauh dari yoan . aku tau maksud michael , dia cemburu yoan dan aldi masih sering komunikasi melalui sms .. aku sudah sering memperingati aldi untuk menjauhi yoan . tapi dia tak pernah mau dengar . malam minggu berikutnya , aku , aldi , michael duduk bersama di gedung depan rumahku . tak ku sangka Aldi menyatakan cinta padaku ,, dia nanya apakah aku mau menjadi pacarnya . yang jelas aku senang skali malam itu . tak pernah ku sangka akan menjadi seperti ini.
Aku pun menerima cintanya pada malam itu juga . michael saksinya . tapi saat michael pulang aldi mengatakan hal yang aku pun tak pernah mau mendengarnya .
Ini yang dikatakannya “Talitha hubungan kita hanya pura-pura saja , aku tak serius dengan ucapan ku tadi”.
Prakk .. seperti itu yang kurasakan ,, hancur ..
”emangnya apa yang kamu hrapkan dengan hubungan pura-pura ini aldi ?” tanyaku padanya .
”aku sudah memikirkan semua perkataanmu , aku tak ingin membuat michael menganggap aku msih mencintai yoan,cukup kamu saja yang tau aku masih sangat mencintai yoan” jawab aldi .
”baiklah kalau begitu aldi , anything for you my boy .” gumamku
seketika diaa menarikku & mencium dahiku ,
” terimaksih sayang , cuman kamu yang bisa mengerti aku . maaf kalo aku sering membuat perasaanmu sakit . ”
Aku hanya diam dan pulang . kata yg kusampaikan terakhir padanya malam itu ialah ” jangan tidur teralalu larut , semoga aku bisa membantumu . aku tulus sayang kamu . ”
Sesampainya dirumah , aku istirahat . berharap semua yg terjadi malam ini hanyalah mimpi .
Malam minggu berikutnya , aku , aldi . di ajak michael buat double dinner . yaa , kayak kencan ber-empat gituh .
Kita makan malam dulu . selanjutnya kita , naik odong-odong . aku sih senang aja , tapi aku bisa lihat muka sedih aldi . bisa lihat di dalam hatinya yang pling dalam hanya ada kecewa .
Michael memeluk yoan , sedangkan aku hanya berjalan biasa dengan aldi . tak ada pelukan , pegang tangan , aku tau hubungan kami cuman pura-pura . tapi tak bisakah malam ini sja dia membuatku bahagia  . ?
Yoan keterlaluan , dya sma michael romantis bgt di depan aldi . gk ada yg bsa mikirin hati aldi . saat perjalanan pulang , aku berpikir untuk membuat aldi sma yoan berduan . aku pura-pura sakit perut . dan menyuruh michael untuk mengantarku ke rumah sakit , dengan alasan aldi saja yang mengantarkan yoan pulang . dengan bodohnya michael pun meng-iyakan permintaan ku .. aldi sms aku ”apa maksudmu talitha ?”
Aku hanya menjawab sms nya ”gunakan waktu dengan sebaik-baiknya , ungkapkan semua yang ada di hatimu . ” aku langsung meng-non aktifkan hp ku , aku tak ingin menggangu yoan dan aldi . sesampainya di rumah sakit , aku menyuruh michael menunggu dan mengantar aku pulang nanti dan dia pun setuju.
sesampainya di rumah , aku masihh duduk-duduk di gedung , aku memutar lagu  Seventeen ” hal terindah ” .. tak aku sadar aku menangis dan melukai tangan ku . rasa sakitnya tak sepedih rasa sakit hatiku .. jika bisa memutar waktu , tak ingin aku bertemu aldi kalau tau aku akan sangat mencintai dan menyayanginya seoerti sekarang .
Saat ku mulai menutup mata sambil bersandar di dinding , tiba-tiba ada yang mengelap air mataku . saat ku buka mata , ternyata itu aldi . dia mnghapus air mataku dan membungkus luka di tanganku yg sudah penuh dengan darah dengan sapu tangan miliknya . dia memeluk ku , dan berkata ”bodoh . kenapa kamu melukai dirimu sendiri ? tak ada gunanya kamu melukai tanganmu , itu bukan jalan keluar suatu masalah . ”
Aku semakin menangis , dan memeluk aldi dengan sangat kuat , tak bisa lagi ku tahan .. dia menyuruhku untuk pulang kerumahnya saja . karna dirumahku juga bertepatan tak ada org . dya tak ingin aku akan semakin melukai diriku jika aku plg ke rumahku dan sendiri .
Akhirnya untuk malam ini aku tidur di rumahnya , dia menyuruhku tidur di kmar nya , biar dia tidur di ruang tamu saja . katanya .
Sebelum aku tidur aku berdoa di depan aldi , dan aldi mendengar semua doaku ”ya allah , berikan aku dan aldi kekuatan untuk menghadapi cobaanmu . biarkan aku terus mencintai dan menyayangi aldi , walaupun dia tak menyayangiku . berikan aldi kebahagiaan untuk cintanya , kembalikan
yoan ke pelukannya . malam ini , ku harap semuanya dapat terlewati , tak akan pernah kulupakan kejadian malam ini ,. Ku harap selamanya  aku dan aldi BERSAHABAT . wlaupun cintaku hanya di anggap SEBATAS SAHABAT bagi aldi .  amiend ”
Aldi hanya tersenyum ,, dan masih menghapus air mataku . kami pun tertidur dan esoknya menjalani hari-hari seperti biasanya .

SHELLA NIYYAKA
Cinta yang selama ini aku jalani dengannya berjalan seperti apa adanya dan semestinya, karena memang aku mencintainya, tetapi tak tahu dengannya. Hingga suatu hari, ia selalu sibuk dengan kerjaannya sepulang sekolah. Bayangkan saja, pagi sampai siang sekolah pulang sekolah sampai malam bantu orang tuanya dan setelah itu ia tertidur. Sedikit sekali waktu yang tersisa untukku bahkan bisa dihitung dengan waktu, aku merenungi itu tak cukup hanya 1 hari saja,
Tetapi berminggu-minggu sekali pun ia tak memperhatikan itu. Sampai saatnya datang, seorang cowok yang bisa dikatakan tampan, sopan dan mengerti segalanya tentang aku hadir dalam hidupku. Semula aku tak tahu akan semua itu, tapi ternyata dibalik kemelut ‘sahabat’ yang ia pergunakan, ternyata ia menaruh rasa kepadaku.
“aku masih mencintai bayu” kata arita saat deni mengungkapkan perasaannya di malam minggu itu.
“aku tak memaksa kamu rit, yang jelas aku udah bilang semua tentang bayu yang aku tahu, aku juga nggak memaksa kamu buat nrima aku, aku bakal nunggu kamu sampai kapanpun, aku juga bisa bantu kamu buat ngelupain bayu” ucap deni dengan kesungguhannya yang semakin membuatku bingung. Please….. bantu aku, jalan mana yang harus aku tempuh..??
“baiklah den, aku bakal berusaha buat itu”
“kamu bersungguh-sungguh rita..?”
“iya, bantu aku agar bisa melupakan bayu”
“aku akan berusaha arita, makasih sayang”
Saat itu pula aku memutuskan hubungan itu dengan bayu yang sesungguhnya masih sangat aku cintai. Semula bayu menolak, dan akhirnya ia menerima semua itu meski tak rela. Aku menjalani hubungan resmi pacaran dengan deni, tak ada seminggu mungkin selama itu pula  aku masih tak pernah bisa melupakan  bayu dihatiku, susah rasanya. Malam itu, aku bulatkan tekad untuk memutuskan hubungan dengan deni, karena sesungguhnya aku tak mencintai deni melainkan hanya menganggapnya sebagai sahabat.
“den, maafin aku sebelumnya”
“maaf buat apa rit..?”
“aku belom bisa ngelupain bayu, aku masih sangat mencintai bayu, aku harap kam ngerti, aku pengen kita sahabatan aja seperti dulu, karena memang aku selalu menganggapmu sebagai sahabat”
“ya udah, kloq memang itu keputusan yang menurutmu baik, aku nggak maksa kamu buat kembali ke bayu. Aku Cuma berdo’a semoga kamu baik-baik aja sama dia”
“makasih den, kamu dah ngertiin aku”
Rasa menyesal, benci pada diri sendiri, merasa bersalah sama semuanya tercampur menjadi satu dalam diri ini. Kenapa aku tak pernah memikirkan akibatnya dalam melakukan suatu tindakan, kenapa harus jadinya seperti ini, yang akhirnya aku tak pernah bisa melupakan bayu dihati ini. Bayu… aku ingin kamu kembali disisiku, karena sesungguhnya aku masih mencintaimu. Saat itu pula ketika aku sedang merenung, bayu meneleponku.
“hallo,, rit, kamu tak ingin tah berubah fikiran buat aku, aku sayang banget sama kamu, aku dah berkali-kali buat ngelupain kamu tapi gak pernah bisa,, pliss… terima aku lagi dihatimu rit, aku nggak bisa hidup tanpamu…”
“aku.. nggak tahu yu”
“jawab jujur rit, kamu masih saying kan sama aku?”
“aku nggak tahu bayu”
“jawab jujur rita, pliss…”
“iya, aku masih sayang sama kamu, aku nggak bisa ngelupain kamu yu”
“tapi kenapa kamu  bohongin perasaan kamu sendiri, kenapa kamu paksa hati kamu buat pacaran sama cowok laen?”
“dari mana kamu tahu?”
“semua tentang kamu aku tahu rit, aku juga tahu kamu pacaran sama deni”
“maafin aku bayu, aku nggak tahu harus gimana lagi, yang jelas saat itu kamu nggak pernah ada disaat aku butuh, kamu selalu sibuk dengan urusanmu sendiri, hingga aku di nomor 2 atau malah dinomor 5 kan, aku nggak mau yu, aku pengen kamu perhatian sama aku, seperti dulu”
“iya, aku juga ngerti, aku minta maaf rit, aku sayang banget sama kamu, kamu jgnan pergi lagi dari aku rit”
“aku juga sayang banget sama kamu yu” ucapku lirih saat menahan tangis.
Mulai saat itu pula aku kembali kepada bayu, karena sesungguhnya hatiku hanya untuknya, dan cinta nggak bisa dipaksakan. Karena dari itu, cinta disebut dengan cinta buta, yang tak pernah melihat seseorang dari tampang, tapi dari hati, sebaik apapun seseorang itu, jika memang hati kita tak pernah menginginkan dia, maka cinta itu tak akan pernah tumbuh.

MAAFKAN AKU
“Belum tidur, Dey ?”
“Hmm … belum ngantuk, Kak”
“Jangan gara-gara dia kamu jadi …”
“Adey gak apa-apa, Kak. Tolong tinggalin adey sendiri ya. Adey lagi pengen sendiri”
Malam yang kelam. Sekelam hatiku saat ini. Beberapa jam yang lalu aku masih seperti biasa. Ceria. Menikmati kebahagiaanku. Tapi kini, hanya gara-gara dia keceriaanku memudar dan berangsur-angsur hilang. Beberapa detik yang lalu, mendengar keputusan sepihaknya mengakhiri hubungan yang selama ini kami jaga bersama. Tanpa aku tau alasannya mengatakan semua itu.
Kini aku hanya bisa meneteskan air mata. Walaupun sebenarnya aku tak ingin menangis, namun entah mengapa air mata ini tetap saja mengalir membasahi pipiku. Semua kisah yang pernah kulalui bersamanya, berputar seperti sebuah film. Menayangkan alur-alur kisahnya dengan rapi. Tak ada yang tertinggal. Terputar dari awal.
Tak pernah sebelumnya terbayang bahwa semua akan berakhir. Selama ini aku hanya menikmatinya. Menikmati kehidupan yang selalu membuatku tersenyum. Merasakan kebahagian. Dan akhirnya lupa mempersiapkan bahwa kisah ini suatu saat dapat berakhir dengan kepedihan.
Dan yang paling menyakitkan. Tanpa alasan apapun dia mengatakannya. Bahkan memberiku waktu untuk menjawab pernyataannya pun tidak.
“Kita sampai disini saja ya, maafin aku”
Dan segera ditutup telefon itu. Tanpa memberiku kesempatan bicara. Segera saja aku mengetik beberapa kata dan mengirimnya lewat pesan singkat. Menunda. Jelas dia menonaktifkan telefon genggamnya.
“Dicky .. kamu kenapa sih ?”
Setelah itu, tanpa bisa ku kontrol air mataku mengalir deras. Hingga membuatku terisak dan menjerit. Tak lama kakakku datang menghampiriku. Menenangkanku. Seperti pada umumnya orang-orang lakukan. Dan kuceritakan semuanya.
“Masa sih ? Kan baru tadi siang kalian abis jalan bareng. Terus alasannya mutusin kamu apa ?”
“Adey juga gax tau, Kak. Belum sempat Adey ngomong apa-apa telefonnya udah ditutup”
“Hmm .. Kamu yang sabar aja. Cowok masih banyak kok”
“Tapi Adey sayang banget sama dia”
“Mungkin dia punya yang lebih cantik dari kamu makanya kamu diputusin!”
“Hhhuuuuuaaaa ….. Kakak jahat …”
Bulan demi bulan telah terlewati. Menjelang ujian kenaikan kelas. Aku masih saja dengan perasaanku yang dulu. Yang selalu mengingatnya, merindukannya. Aku tak bisa melupakannya. Bahkan ketika ujian pun yang ada dalam pikiran hanya dia. Hasilnya, nilai ujianku hancur. Sebagai hukuman aku tak boleh menikmati liburan yang diadakan oleh pihak sekolah. Tak masalah sebenarnya. Walaupun aku ikut liburan bersama teman-teman sekolahku,aku tetap saja takkan bisa melupakannya. Mama mengirimku ke Bogor. Ke tempat nenekku.
Awalnya aku tetap saja murung dan terus-terusan memikirkan dia. Aku tetap menjadi pendiam. Nenek bertanya padaku hanya kujawab dengan anggukan atau gelengan kepala. Namun, ada salah satu sepupuku yang menarik perhatianku. Kesehariannya yang selalu pergi bersama cowok yang berbeda-beda. Kekasihnyakah ?? Atau cuma teman ?? Karena penasaran, aku bertanya padanya.
“Kok tiap hari pergi sama cowok terus, Kak ?  Emang gak takut ketahuan cowok kakak ?”
“Mereka cowok kakak semua kok ?”
“Semua ?? Maksudnya kakak pacaran sama semuanya gitu ?”
“Iya”
“Kakak Playgirl donk ? Emang boleh gitu, Kak ?”
“Ya, bisa dibilang begitu. Cowok aja boleh jadi Playboy. Masa cewek gak. Mereka seenaknya mutusin cewek kalo udah bosen. Cewek juga boleh donk”
“Tapi kan ..”
“Hidup itu butuh yang asyik-asyik, Dey. Jangan dibikin susah. Ngapain setia kalo cowok aja gak setia sama kita”
Satu nasihat dari sepupuku, kembali mengubah hidupku.
“Kamu kok gonta-ganti cowok terus sih, Dey ?”
“Suka-suka Adey donk”
Jadi Playgirl memang asyik. Seperti yang dibilang sepupuku beberapa bulan yang lalu. Aku tak terlalu sering lagi meneteskan air mata ketika mengingatnya. Sudah bosan rasanya menangis hanya untuk orang seperti dia. Walaupun sebenarnya dia masih menguasai cinta dihatiku.
Playgirl hanya statusku. Tapi hatiku tak pernah tersentuh oleh orang lain. Mereka hanya alat untuk membantuku mengatasi kepedihan dihatiku. Kasihan sebenarnya. Tapi aku tak ingin memberikan hatiku untuk siapapun. Aku tak ingin tersakiti lagi. Walaupun harus mengorbankan perasaan mereka. Tak apa. Cintaku tetap untuknya. Tak tergantikan. Tak berkurang. Utuh seperti saat masih bersamanya.
7 tahun tlah berlalu. Banyak hal yang kulalui. Tak hanya menjadi playgirl, 7 tahun ini juga kutuliskan kisah hitam dalam hidupku. Aku menekuni pekerjaan sebagai pengedar obat-obat terlarang. Menawarkan kepada teman-temanku agar mencicipinya. Menjadikan mereka pecandu. Menghancurkan masa depan mereka. Begitulah. Tapi aku hanya sebagai pengedar. Tak pernah sekalipun aku mencicipinya. Aku hanya melihat mereka bahagia ketika mengkonsumsinya, dan tersiksa ketika kehabisan barang haram itu.
Tak hanya itu. Aku juga menghancurkan moral mereka. Menawarkan mereka kegiatan seks bebas. Membantu mereka mendapatkan pasangan seks. Tapi hanya itu. Tak pernah sekalipun aku berniat mencoba kegiatan itu. Aku tak tertarik dengan kegiatan yang bodoh itu.
Aku jahat. Ya, benar sekali. Aku menuntun teman-temanku ke jalan yang salah. Menjerumuskan mereka ke dalam kubangan dosa. Aku melampiaskan sakit hatiku pada mereka yang tak bersalah. Tapi kejahatanku ini tersembunyi. Tak masalah buatku. Keluargaku, teman-temanku disekolah, sampai saat ini dikampus, tak ada yang tahu. Mereka mengenalku sebagai seorang gadis yang baik. Yang murah senyum, ramah, ceria. Kututupi dengan baik kejahatanku di depan mereka.
Tapi memang ada yang harus dibayar untuk menutupi kejahatanku ini. Aku sering pulang malam. Untuk ukuran seorang gadis yang dikenal baik, ini adalah masalah besar. Berulang kali mama memarahiku karena kebiasaanku ini. Hingga pada suatu saat, karena suatu hal aku terpaksa pulang pagi. Kali ini mama bukan hanya memarahiku. Beliau juga mencari tahu apa yang aku lakukan diluar sana. Dan aku juga diancam tak boleh keluar rumah tanpa pengawalan.
“Aku harus melakukan sesuatu”
Tanpa pikir panjang. Kuambil jaket dan tas ku. Bergegas meninggalkan rumah. Aku yang menjerumuskan mereka. Aku yang merusak mereka. Aku juga yang harus memperbaiki merka. Aku akan memperbaiki semuanya. Mulai dari …
“Permisi ..” kuketok pintu rumah seseorang yang telah lama tak ku temui
Tak lama pintu pun terbuka. Dia yang membukanya.
“Adey ..” panggilnya sedikit terkejut
“Aku .. Aku mau minta maaf. Maafin aku, Dic. Maafin aku. Mamaku yang ..”
Air mataku menetes kembali. Dia mengusapnya. Dia Menenangkanku.
“Jangan nangis, Dey. Bukan salah kamu. Aku yang salah tiba-tiba ..”
“Gak. Aku yang salah. Aku yang gak tau apa-apa. Maafin aku, Dic. Maafin aku.”
“Kalo kamu nangis, aku gak mau maafin kamu. Senyum dong.” paksanya
“Makasih ..” aku pun tersenyum menatapnya penuh kerinduan. Namun segera memudar teringat  masih ada satu hal besar yang masih harus kulakukan.
“Dicky, boleh aku minta tolong ? Aku …”
Kuceritakan semua padanya. Dari awal. Tanpa ada sedikitpun ku sembunyikan. Dia mengangguk-angguk. Mengerti maksudku.
“Aku akan bantu kamu ..” ucapnya mantap
Segera setelah itu aku memulai perbaikan. Semuanya. Meminta maaf pada orang-orang yang telah kupermainkan hatinya. Menolong mereka yang ku jerumuskan dalam kubangan obat-obat terlarang. Merehabilitasi mereka. Menghentikan kegiatan seks bebas yang telah merusak jiwa, mental, dan akhlak mereka. Merubah semuanya. Memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Butuh waktu memang. Tapi akan kuperbaiki semuanya menjadi lebih baik.
“Maafkan aku teman”
“Kami memaafkanmu,Dey.”
“Adey ! Maafin mama ya”
“Maaf buat apa, ma ?”
“Soal ..”
“Dicky ??”
“Gak apa-apa kok, Ma”
Ting Tong.
“Ah !! udah datang”

FIRST LOVE

Aku mengenalnya semenjak aku berusia 14 tahun, dan semenjak itu aku merasa aneh. Entah apa yang aku rasa saat itu, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak tentu arah.
Saat aku sadari ternyata aku mulai jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kali
Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan.
Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala itu.
Aku melihatnya tertawa dan melihat bermain bola di  lapangan itu.
Aku sungguh jatuh cinta, ini cinta pertama ku..
Laki laki yang aku pandang terlihat  tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu..
Matanya sangat indah, rambutnya yang kriting menambah getaran dalam dada ini..
Huuuuh aku suka dia, benar-benar suka dia.. Rasa ini semakin hari semakin dalam. Setiap hari yang aku ingin hanya memandang wajahnya. Suatu hari aku melihat tatapan matanya, tatapan mata yang sangat sejuk. Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat.
Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dgn dia, aku merasa sangat bahagia.
Hingga suatu hari, apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi..
Pergi tanpa pesan terakhir. Kini, hanya ada aku dan kenangan itu..
Aku hanya mampu mengingatnya, mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu.
Aku berjalan gontai sambil meneteskan air mata , air mata kehilangan.
Dia, takkan pernah tau betapa sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku.
Aku tak mampu berkata apapun, aku hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya..
Aku mencoba tegar, aku mencoba terus untuk menutup luka ini, luka yang kau beri.
Aku mencoba bahagia dgn apa yg aku milikki saat itu..
Aku mencoba bertahan dgn senyumanku. Yaa tuhan, jaga dia selama dia jauh dari sisiku.
Di dalam penantianku, ada seorang pria datang dgn membawa sejuta cinta
Aku masih ingin diam, dan diam menunggu cintaku kembali dalam pelukku.
Namun kehadirannya membuat aku  tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta pertamaku.
Aku hanya mampu tertawa sesaat saja, setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku.
Untuk sementara waktu, sakitku terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku.
Namun hanya sementara dan setelah itu kami berpisah.. Tahun pun telah berganti namun cintaku tak pernah kembali.. Aku tetap menunggu, menunggu dalam ketidakpastian ini..
Sampai suatu hari, aku tau dia sudah tak sendiri lagi, dia mempunyai seorang kekasih.. Aku hancuuuur saat itu.. Aku harus melihat cinta pertamaku bersama wanitanya itu. Aku menangis sejadi jadinya :’( Aku terus menangis dalam diamku, aku tak mampu lagi tersenyum saat itu..
Rasanya hatiku sangat sakit saat itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping.
Tuhan, mengapa ini terjadi padaku?? Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn caraku sendiri. Dan aku mencoba berpaling tapi selalu saja gagal.
Akhirnya aku menemukan seorang pria, yang sangat aku harapkan bisa menggantikan  dia.
Namun ternyata aku salah, semua yg aku usahakan gagal.. Entah apa yg aku rasakan saat itu, aku galau.. Aku kecewa.. Aku harus rela DIA bersama wanitanya…
Namun aku tak sekuat yang aku kira, aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak mampu. Aku terlalu rapuh untuk itu..
Namun aku tak putus asa, aku terus menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku. Aku berdoa, suatu hari nanti DIA bisa mengerti rasaku ini J Setelah tahun berganti.. Tuhan mendengar doaku, aku kembali bisa dekat dengan cinta pertamaku itu. Ahhh, senangnya aku ini :D
Lama-kelamaan aku semakin dekat dengan dia.. Dan sekarang dia bukan lagi bayangan, tapi dia adalah KENYATAAN. Perjuanganku selama 4tahun ini TIDAK sia2, terima kasih Tuhan :
I will be love you, until the end of time my Boy J

PERTENGKARAN PERSAHABATAN
Hari itu, semua mata pelajaran yang diikuti oleh Melisa nyaris tidak ada satupun yang nyangkut diotaknya, yang ada hanya kesenduan dihati dan tidak begitu mudah untuk ditepis. Sebuah penghianatan persahabatan cukup kuat meninggalkan luka bagi Melisa. Untuk pertama kali dalam hidupnya dan terasa menyakitkan. Dia sama sekali belum mengerti kenapa …. ? kenapa begitu cepat keindahan itu harus tehempas?. Sebuah keindahan yang terasa cukup sempurna dimalam minggu, tapi kini malah berganti dengan rasa sepi, lalu apa arti kata-kata indah dan dorongan yang diucapkan oleh seorang sahabat kepadanya?. Semua pertanyaan it uterus datang dan pergi dibenak Melisa sepanjang hari itu, tapi dia masih belum mengerti semuanya, kecuali berubah menjadi sebuah mimpi kembali.
Tapi ada seorang teman yang bernama Desi menghibur dia dalam kesedihannya, karena Desi selalu mngerti Melisa, meski semua sahabatnya menjauh padanya, tapi Desi tetap saja disampingnya dan menghibur Melisa. Tapi Melisa masih belum bisa tersenyum dengan sempurna.
Pada waktu pulang sekolah, Melisa menghampiri teman-temannya, tapi apa yang mereka lakukan terhadap Melisa, mereka malah menjauh dan menyuruh Melisa untuk segera pergi dari hadapan mereka.
Pada sore harinya, mereka berkumpul dirumah Desi untuk mengerjakan tugas kelompok yang dikasih oleh Ibu Sindy, kebetulan Melisa berkelompok dengan Desi, Amelia, David, Tito dan Bastian. Tapi sayangnya Melisa malah dicuekin sama mereka semua, tapi Melisa tetap menerimanya maski hatinya sakit karena dicuekin sama mereka. Lalu mereka merencanakan untuk membuat lapangan basket super mini agar mereka bisa latihan basket dirumah, tanpa harus bermain basket hanya waktu disekolah saja, karena itu mereka membuatlapangan basket super mini agar bisa sering latihan dirumah tiap hari.
Satu teriakan keras membuat semua orang yang ada diteras rumah Desi jadi panik, Melisa, Desi dan Amelia saling berebutan mengambil sandal mereka yang memiliki ketebalan 10 cm. mereka tidak peduli apakah sandal mereka tertukar atau tidak. Sementara Tito dan Bastian yang sepertinya kenal dengan suara teriakan itu segera berlaru memakai sepatu bot yang diapakainya tadi saat bekerja membuat lapangan basket. Konyolnya, keduanya hanya bisa memakai sebelah saja, karena yang sebelah lagi terkena tendangan Amelia yang memaksakan diri untuk berlari.
Akhirnya, mereka tiba didepan gerbang dengan kepanikan masing-masing dan melihat seeorang berusaha memanjat pagar rumah dalam keadaan sangat menakutkan. Mereka mengenal orang itu.
Tito, Bastian dan situkang kebun saling berebutan membuka gerbang buat David, dan beberapa saat, akhirnya gerbangpun dapat dibuka setelah beberapa kali mereka main sikut-sikutan saking paniknya.
“ Ada apa Do?! ” Tanya Tito dan Bastian bersamaan ketika David buru-buru masuk.
“ Apa yang terjadi dngan kamu, Do?! ” Tanya Melisa, Desi dan Amelia juga bersamaan dengan suara sama, terdengar penuh dengan kekhawatiran.
“ Biarin aku tenang dulu, aku butuh mengatur nafas dulu agar lebih teratur, aku butuh duduk, aku butuh minum, sebelum menjawab semua pertanyaan dari kalian semua ”. Ujar David
“ Iya, iya. Kamu memang perlu minum dulu untuk menenangkan diri. Kamu biasa minum air putih, air es apa air termos ” Ujar Desi masih dalam kepanikan.
“ Makasih, kamu tidak usah repot-repot, Desi ”
“ Ya, sudah sebentar aku ambilkan minuman Soft Drink dikulkas ”
“ Makasih Des ” Ujar David
“ Nah, sekarang waktunya kamu bercerita ” Pinta Amelia yang terus-terusan ,melirik kaleng minuman yang masih tersisa.
“ Bener sekarang kamu harus bercerita ” Sahut Melisa mulai memasang telinga baik- baik.
“ Aku takut banget tadi, aku …. Aku dikejar-kejar oleh Helder sekampung hanya karena persoalan kecil ”
“ Apaan”? Tanya semua orang yang tidak mengerti dengan muka sama, heran.
“ Tadi pas aku jalan dipertigaan kecil yang mau masuk komplek ini, aku tidak sengaja menendang piring berisi makanan anjing helder ”.
“ Ga salah cerita kamu itu, Do. Tadi bilang hanya dikejar oleh helder sekampung, tapi ko kamu bilang hanya seekor saja. Anaeh deh ” Komentar Melisa diawal cerita David. Dia mulai tertarik.
“ Karena piring makanan anjing aku tending, makanya anjing helder menggonggong marah dengan sorot mata penuh dendam keaku. Tapi aku terus berjalan cuek tanpa peduli dengan kebencian helder itu. Tapi aku sadar kalau helder itu menaruh dendam keaku, setelah beberapa ekor lagi datang entah dari mana asalnya, lalu mulai mengejar aku. Jumlahnya sekitar 10 ekor, sama-sama mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu ingin menyerang aku, karena tidak terima ketenangan teman mereka diusik ”.
“ Terus bagaimana caranya sehingga 10 anjing itu bisa lolos sampai kesini? ” Tanya Desi ingin tahu kelanjutannya.
Pada suatu hari, Melisa, Hani, Desi dan Amelia duduk pada sebuah bangku yang berada ditaman sekolahnya. Akhirnya mereka mau juga bertemu sama Melisa. Memang Hani tidak begitu suka bertemu, apalagi bersebelahan bersama Melisa. Tapi dia terpaksa karena Desi dan Amelia mengajak Hani dan Melisa duduk disitu. Mereka masih berdiam-diaman saja, tanpa berbicara sepatah katapun. Terus akhirnya Desi dan Amelia mamulai pembicaraan dengan basa-basi.
“ Ko pada diam saja sih….? Kata Desi.
“ Iya sih…. Masa kesini-sini hanya diam saja ” Ameliapun
Lalu Hani berkata “ Memang kalian mau ngapain kesini ….?? ”
“ Begini sebanarnya ….?? ” Kata Amelia
“ Sebenarnya, kami dan Desi mau membicarakan masalah kalian, kenapa sih kalian itu tidak mau berdamai ” Ucap Desi dan Amelia.
Lalu Melisa berkata “ Aku sih tidak bermaksud marahan sama Hani, tapi Haninya saja maunya kaya begitu ….!! ”
“ Oohh… jadi maku menyalahkan aku begitu ” Kata Hani dengan muka sebel.
“ Ya…. Bukan begitu Han …. Aku kan sudah minta maaf sama kamu atas kesalahan yang pernah aku lakukan, tapi kanapa kamu tidak mau memaafkan aku …. ?? ” Kata Melisa sambil bersedih.
“ Sudah lah Melisa, kamu jangan bersedih dihadapan aku dan teman-teman yang lain ” Sahut Hani, lalu Hani pergi meninggalkan Melisa dan teman-temannya.
Dikoridor kelas tiga, Melisa berjalan sambil memikirkan Hani yang tidak mau memaafkannya.
Kebetulan Fara, Lusi Vivi, Hani dan beberapa anak lainnya memang berniat untuk melabrak Melisa. Mereka semua setuju untuk melakukan itu setelah sempat mengadakan pertemuan rahasia dengan misi yang sama yaitu menyingkirkan Melisa yang telah merebut teman-teman dekatnya seperti Desi dan Amelia.
Sehingga pada saat Melisa berada di koridor kelas tiga inilah saat yang paling tepat bagi mereka untuk malabrak Melisa. Apalagi saat itu tidak ada orang yang akan membelanya lagi.
“ Hey, kamu!! Ternyata berani juga kamu menginjakan kaki dikandang macan!” Sergah Hani menghadang langkah Melisa dengan menarik pinggang melisa, mirip Ibu tiri yang mau memarahi anak tirinya.
“ Oohh.. ” Guman Melisa kaget dan menyadari kalau sebentar lagi dia bakalan kena gencet. Dia melihat Hani dengan wajah ketakutan, apalagi dibelakang Hani juga telah berdiri teman-temannya. Maka tidak ada pilihan lain saat itu kecual mengambil langkah seribu untuk melarikan diri. Melisa menoleh kebelakang “ Oohh ” Lagi-lagi Melisa hanya berguman terkejut karena dibelakangnya sudah berderet teman-teman Hani.
“ Apa-apaan sih kalian semua?! ” Ucap Melisa kerika dia sudah berada ditoilet siswa. Ada Hani, Lusi, Vivid an Fenny yang sudah memulai menggencetnya saat itu.
“ Eh, berani-beraninya kamu berbicara dalam keadaan seperti ini! Tidak takut apa kita semua akan semakin brutal sama kamu?! ”
“ Tapia pa masalahnya? Aku tidak mengerti sama sekali?! ” Tanya Melisa dengan rasa ketakutan.
“ Kamu tuh mamang benar-benar Pilon atau tolol sih jadi cewek! ” Sentak Lusi diikuti oleh cekalan keras dibahu Melisa dan cukup sakit bagi Melisa sehingga membuatnya meronta untuk melepaskan dari dua tangan berkuku tajam yang mencekat bahunya.
“ Sungguh sama sekali aku tidak tahu, ada apa sih sebenarnya sehingga kalian ini melabrak aku kaya begini? ” Melisa kembali menegaskan ketidak mengertiannya.
“ Apa yang kamu perbuat sama Desi dan Amelia sehingga meraka tidak mau berteman lagi sama kita semua…?? ” Tanya Hani mengangkat dagu Melisa dengan paksa.
“ Ti….tidak …. Tidak ada apa-apa, aku sama mereka Cuma berteman aja ko… terus mereka juga mau berteman sama aku ketimbang sama kalian ….” Jawab Melisa.
“ Alah….. sudahlah jangan banyak alasan seperti itu …. Sebenarnya kamu memaksa mereka untuk menjauh dari kita dan mereka lebih memilih kamu ketimbang kita-kita ” Sahut Hani.
“ Dan itu gara-gara kamu!! ” Sentak Fara menunjuk kejidat Melisa
“ Kok gara-gara aku sih?! Apa hubungannya sama aku?! ” Tanya Melisa semakin ketakutan.
Hani semakin naik pitam melihat ulah Melisa yang berusaha mengekik satu kesalahan fatal.
Sebagaimana yang diminta oleh David, keesokan malamnya Melisapun pergi ke kafe yang dimaksud. Melisa memasang mata lekat-lekat disekitar café untuk mencari seseorang yang cukup dia kenal.
Salah seorang diantara teman-temannya Desi, Amelia, Tito dan Bastian atau bahkan David sekalipun yang kebetulan memintanya datang pada malam itu, namun masih belum kelihatan juga teman-temannya yang diluar kafe.
Melisa langsung masuk ke kafe.
“ Hai, non Melisa kan? ” Tanya seseorang yang langsung menyambutnya. Rupanya dia salah seorang petugas disana.
Melisa memandang heran sebelum manjawab
“ Iya. Apakah kita pernah bertemu sehingga Mas tahu nama saya? ”
“ Tidak, baru pertama kali kita bertemu, tapi seseorang telah menyuruh saya untuk menunggu kamu disini, mari saya antar ” Ujar orang itu kepada Melisa.
Mereka menuju satu ruangan khusus yang jauh lebih tenang dari tempat dimana anak-anak remaja yang biasa mangkal, bahkan cukup sepi untuk ukuran sebuah kafe gaul.
Melisa tidak melihat Desi dan Amelia bersama dengan Tito dan Bastian, entah mereka bersembunyi dimana ketika dia masuk ketempat itu.
Lalu disana juga ada Hani dan teman-teman mereka semua sedang berkumpul disana.
“ Maksudnya ini apa … ?? Ko kalian ada disini …?? Sahut Melisa sambil merasa heran
Mereka malah senyum-senyum ….
“ Melisa, maafin semua sifat aku yang bikin kamu terasa tersiksa ….. gara-gara aku kamu jadi begini …. Aku sudah menjauhi kamu sama teman-teman …. Sekarang terserah sama kamu …. Kamu mau diapakan aku …. ?? Sahut Hani sambil memohon kepada Melisa dengan hati sedih.
“ Tidak …. Kamu tidak salah ko… aku yang seharusnya meminta maaf ke kamu, karena gara-gara aku, kamu jadi jauh sama Desi, Amelia dan teman-teman yang lain…. Aku sudah merebut sahabat-sahabat yang baik dari kamu ….” Sahut Melisa dengan sedih.
“ Tidak Melisa, seharusnya aku yang sadar …. Dan aku bisa mengerti keadaan kamu, maafin aku Melisa …. Apa kamu mau maafin aku ….?? Sahut Hani sambil memegang tangan Melisa.
“ Iya, aku mau ko maafin kamu …. Aku juga minta maaf sama kamu ….” Kata Melisa sambil memeluk Hani.
“ Horee!!! ” Tiba-tiba saja ada teriakan lain yang tidak kalah kerasnya. Rupanya teman-teman mereka berteriak dibantu oleh semua orang yang saat itu berdiri diluar ruangan. Lalu mereka semua berpelukan layaknya arti seorang sahabat.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar