Sabtu, 12 Maret 2011

JURNAL AIR

Oleh Yurman
Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu
Tahun 2009

Klorida adalah merupakan anion pembentuk Natrium Klorida yang menyebabkan rasa asin dalam air bersih ( air sumur ). Kadar klorida pada sampel air dengan menggunakan metode Argentometri di dapatkan nilai kadar klorida 9,10 mg/ l, dan telah memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai dengan Permenkes, RI No 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2009, sebagai mana kadar maksimal klorida yang diperbolehkan untuk air minum adalah 250 mg/ l
Titrimetri atau analisa volumetri adalah salah satu cara pemerikasaan jumlah zat kimia yang luas penggunaannya. Cara ini sangat menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatan cukup tinggi, juga dapat digunakan untuk menentukan kadar berbagai zat yang mempunyai sifat yang berbeda-beda.
Dalam larutan netral atau sedikit basa, kalium kromat dapat menunjukan titik akhir titrasi klorida dengan perak nitrat. Perak klorida yang terbentuk diendapkan secara kuantitatif sebelum warna merah perak kromat terbentuk.
Reaksi
 AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3
 AgNO3 + KCl AgCl + KNO3 Dalam titrasi pengendapan zat yang ditentukan bereaksi dengan zat pentiter membentuk senyawa yang sukar larut dalam air, syarat-syaratnya:
a. Terjadinya kesetimbangan serbaneka harus berlangsung cukup cepat;
b. 4 Zat yang akan ditentukan akan bereaksi secara stoikiometri dengan zat pentiter;
c. Endapan yang terbentuk harus sukar larut sehingga terjamin Harus tersedia cara penentuan titik akhir yang sesuai.
d. kesempurnaan reaksi sampai 99,9%;
Beberapa cara titrasi pengendapan yang melibatkan ion perak, diantaranya adalah cara mohr, cara volhard dan cara fajans. Pada cara mohr ion-ion halida (Cl-, Br-, I-) ditentukan dengan larutan baku perak nitrat, dengan memakai ion kromat atau peralatan yang sesuai untuk menentukan titik akhir titrasi. Titrasi larutan ion klorida 0,1 M dengan cara mohr, reaksinya sebagai berikut:
Ag - + Cl- AgCl
Cara titrasi volhard dapat pula digunakan untuk menetukan ion-ion halida dengan cara titrasi kembali. Penentuan ion klorida agak rumit dengan titrasi ini, lantaran kelarutan AgCl lebih tinggi daripada kelarutan AgSCN, maka pada penentuan ion klorida dengan cara volhard, titrasi haru timbulnya warna merah pertama kali, atau titrasi kembali dilakukan setelah AgCl dipisahakan terlebih dahulu.
dihentikan pada saat timbulnya warna merah pertama kali, atau titrasi kembali dilakukan setelah AgCl dipisahakan terlebih dahulu
Pada umumnya titrasi pengendapan didasarkan pada penggunaan larutan baku perak nitrat sehingga cara titrasi ini sering dinamakan titrasi argentometri. Pada titrasi ini biasanya digunakan larutan baku perak nitrat 0,1 M dan larutan baku Kalium Tiosianat 0,1 M. Kedua pereaksi ini dapat diperoleh sebagai zat baku utama, namun kalium tiosianat agak mudah menyerap air sehingga larutannya perlu dibakukan dengan larutan perak nitrat. Kedua larutan baku ini cukup mantap selama dalam penyimpanan asalkan disimpan dalam wadah kedap udara dan terlindung dari cahaya.
Pelarut yang dugunakan harus air betul-betul murni, atau air suling. Kalau tidak kekeruhan akan muncul lantaran pengaruh ion klorida yang ada di dalam air. Jika larutan itu disaring, kemudian dibakukan dengan NaCl secara gravimetri.
Selain larutan kalium tiosianat, larutan amonium tiosianat 0,1 M sering pula dipakai sebagai larutan baku di dalam titrasi argentometri. Namun, karena amonium tiosianat sangat mudah menyerap air, maka harus dibakukan dulu dengan larutan baku perak nitrat memakai cara titrasi volhard. (Rivai, H. 2007).


WATER JOURNALS

By Yurman
Faculty of Agriculture, Bengkulu University
Year 2009

Chloride is an anion-forming Sodium Chloride causing salty taste in water (water wells). Levels of chloride in water samples using argentometry method to obtain the chloride content of 9.10 mg / l, and has met the requirements of drinking water quality in accordance with Permenkes, Decree No. 907 / Menkes / SK / VII / 2009, as where the maximum chloride concentration allowed for drinking water is 250 mg / l
Titrimetric or volumetric analysis is one way of a survey of widely used chemicals. This is very advantageous because its implementation is easy and fast, precision and accuracy is high enough, can also be used to determine levels of various substances that have different properties.
In neutral or slightly alkaline solution, potassium chromate can indicate the end point titration of chloride with silver nitrate. Silver chloride that formed precipitated quantitatively before red silver chromate is formed.
Reaction
 AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3
 AgNO3 + KCl AgCl + KNO3 In the precipitation titration specified substance reacts with oxygen to form compounds that difficult pentiter soluble in water, the terms:
a. The occurrence of equilibrium farraginous must take place quite quickly;
b. 4 Substances that will be determined will react with substances pentiter stoichiometry;
c. The precipitate formed must be difficult to dissolve so that the assured should be available method of determining the appropriate end point.
d. the perfection of the reaction up to 99.9%;
Some ways precipitation titration involving silver ion, such is the way Mohr, ways and means volhard Fajans. On the way Mohr halide ions (Cl-, Br-, I-) were determined with standard solution of silver nitrate, using chromate ions or equipment to determine the titration endpoint. Titration of 0.1 M chloride ion solution by Mohr, her reaction as follows:
Ag - + Cl-AgCl
How volhard titration can also be used to determine the halide ions by back titration. Determination of chloride ion by titration is rather complicated, because the solubility of AgCl is higher than the solubility AgSCN, then the determination of chloride ions in a way volhard, titration haru first occurrence of red color, or titration re-done after AgCl dipisahakan first. discontinued when the first occurrence of red color, or titration re-done after the first dipisahakan AgCl
In general, precipitation titration is based on the use of silver nitrate standard solution so that way is often called titration titration argentometry. In this titration is typically used standard solution of silver nitrate standard solution of 0.1 M and 0,1 M Potassium thiocyanate Both reagents can be obtained as the main raw material, but the potassium thiocyanate rather easily absorb water, so the solution needs to be standardized with a solution of silver nitrate. Both standard solution is quite stable during storage as long as it is stored in an airtight container and protected from light.
Solvents which dugunakan must truly pure water, or distilled water. If no turbidity appears due to the influence of chloride ions in the water. If the solution was filtered, and then standardized with NaCl by gravimetry.
In addition to a solution of potassium thiocyanate, 0.1 M solution of ammonium thiocyanate are often used as a standard solution in the titration argentometry. However, because the ammonium thiocyanate is very easy to absorb water, it must first be standardized by using standard solution of silver nitrate titration volhard way. (Rival, H. 2007).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar